Polewali mandar, tipikorinvestigasinews.id – menjadi momentum bersejarah bagi Ma’had Aly Lathifiyah Parappe dengan terselenggaranya wisuda perdana bagi mahasantri jurusan Fiqih Ushul Fiqh. Wisuda yang khusus diberikan kepada lulusan marhalah Ula atau yang setara dengan strata satu (S1) ini menandai tonggak pencapaian pendidikan tinggi berbasis pesantren. Acara wisuda berlangsung khidmat di gedung pondok pesantren Salafiyah Parappe dan diikuti oleh 37 mahasantri yang telah resmi dinyatakan lulus.(30 Agustus 2025)
Pembukaan rapat majelis al-Syuyukh dilakukan secara resmi oleh Ketua Majelis Mudir Ma’had Aly, Annanguru KH. Abdul Latif Busyra. Beliau memulai acara dengan membacakan doa, menciptakan suasana sakral dan penuh keberkahan bagi seluruh peserta wisuda.
Selanjutnya, Wakil Mudir III Ma’had Aly Lathifiyah, Nangguru Syuaib Jawaz, menyampaikan mauidzatul hasanah mewakili Mudir kepada para wisudawan. Beliau menegaskan bahwa ilmu adalah amanah agung dari Allah SWT yang wajib dijaga dan disebarkan manfaatnya. “Ingatlah, kalian adalah penerus para nabi dalam menebar rahmat bagi seluruh alam,” pesannya. Selain itu, beliau mengingatkan bahwa penguasaan ilmu harus selalu disertai dengan pengamalan agar ilmu menjadi berkah dan bermanfaat.
Orasi Ilmiah dilanjutkan oleh Dr. Mahrus Elmawa, M.Ag, Kasubdit Pendidikan Ma’had Aly Direktorat Pesantren, Kementerian Agama RI. Dalam ulasannya, beliau menjelaskan tentang eksistensi gelar baru lulusan Ma’had Aly yang sudah diakui oleh Majelis Masyayikh dan asosiasi Ma’had Aly. Gelar tersebut bukan hanya untuk membedakan dengan perguruan tinggi lainnya, melainkan sebuah penegasan eksistensi Ma’had Aly sebagai lembaga perguruan tinggi pesantren. Beliau mengutip maqolah dari kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali:
”من عرف نفسه فقد عرف ربه”
(Siapa yang mengenal dirinya maka sungguh ia telah mengenal Tuhannya).
Beliau mengingatkan pentingnya refleksi diri terhadap pencapaian dan perjalanan yang telah dilalui. “Jangan khawatir terhadap gelar baru yang kalian terima. Perubahan adalah bagian dari proses,” tegasnya. Dr. Mahrus juga mengapresiasi kurikulum yang diimplementasikan di Ma’had Aly Lathifiyah yang sejajar dengan Ma’had Aly global seperti Al-Jamiah Al-Azhar. Ini selaras dengan tujuan mendasar Ma’had Aly yakni meregenerasi ulama nusantara yang mampu bersaing dalam pendidikan Islam berbasis nasional.
Momen yang penuh haru dan kebanggaan ditutup dengan pembacaan Ikrar Alumni Ma’had Aly Lathifiyah oleh Muhammad Haikal, wisudawan terbaik kedua program Marhalah Ula angkatan pertama. Ikrar tersebut kemudian ditirukan oleh seluruh wisudawan sebagai komitmen kolektif untuk menjaga amanah ilmu dan mengabdi pada umat.
Rapat majelis asy-Syuyukh ditutup oleh Ketua Majelis dengan penuh rasa syukur dan harapan besar agar para lulusan dapat menjadi generasi penerus ulama yang berkualitas, berakhlak mulia, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Islam di Nusantara dan dunia.
Pewarta : media Tipikor kaperwil sulbar Ansar.







____________________________________________
