Aceh Singkil | Tipikorinvestigasinews.com ~ Sebuah cerita luar biasa datang dari pelosok Desa Rantau Gedang, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil. Suryati, seorang putri daerah yang lahir pada 6 Juni 1997, berhasil menorehkan sejarah gemilang. Di usianya yang masih sangat muda, 28 tahun, ia sukses meraih gelar Doktor dari Program Studi Pendidikan Agama Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh pada tahun 2025.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan geografis yang ia hadapi berasal dari desa terpencil di bantaran sungai bukanlah halangan untuk mencapai puncak pendidikan tertinggi.
Suryati membuktikan bahwa tekad, semangat, dan kerja keras adalah kunci untuk menggapai impian.
Perjalanan Akademis yang Penuh Ketekunan
Perjalanan pendidikan Suryati adalah teladan ketekunan yang patut dicontoh.
Ia memulai pendidikan dasarnya di kampung halaman, menamatkan Sekolah Dasar Negeri Rantau Gedang pada tahun 2009. Kemudian, ia melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah Swasta Darul Hasanah dan Madrasah Aliyah Swasta di Desa Kilangan, masing-masing tamat pada tahun 2012 dan 2015.
Tanpa jeda, semangatnya terus membara. Suryati melanjutkan studi S1 di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, mengambil Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, dan berhasil lulus pada tahun 2020.
Setelah itu, ia langsung melanjutkan ke jenjang magister di Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Cot Kala Langsa, menyelesaikan studinya pada tahun 2022.
Di tahun yang sama, dengan ambisi yang tak pernah padam, Suryati langsung melanjutkan program Doktor di UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan berhasil menyelesaikannya pada tahun 2025.
Kebanggaan Seluruh Warga Desa Rantau Gedang
Keberhasilan Suryati disambut dengan suka cita dan kebanggaan yang luar biasa oleh seluruh warga Desa Rantau Gedang. Putri ketujuh dari delapan bersaudara pasangan Bapak Muslim dan Ibu Habsyah ini telah menjadi inspirasi bagi banyak orang.
“Atas nama masyarakat Rantau Gedang, kami sangat bangga dengan keberhasilan adek kami Suryati,” ungkap salah satu warga pada Jumat (5/9/2025).
Warga berharap, ilmu dan gagasan brilian yang telah diraih Suryati dapat membawa dampak positif bagi kemajuan pembangunan kampung mereka.
Lebih dari itu, mereka berharap kisah Suryati menjadi motivasi bagi seluruh generasi muda di Desa Rantau Gedang dan sekitarnya untuk terus berjuang menuntut ilmu hingga jenjang tertinggi.
Kisah Suryati adalah bukti nyata bahwa asal bukan penentu masa depan.
Dengan tekad kuat dan kegigihan, setiap impian bisa digapai, bahkan dari pelosok negeri sekalipun.{*}
[Khalikul Sakda]







____________________________________________