NTT-TAMBOLAKA—Tipikorinvestigasinews.id—– Jembatan mini dengan ukuran 4×6 meter, terletak di Keretana, Kelurahan Weetobula, Kec. Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) ambruk. Ambruknya jembatan mini ini akibat diterjang banjir baru – baru ini. Padahal baru di bangun pada tahun anggaran 2017/2018.
Menurut warga yang berdomisili di tempat kejadian peristiwa serta meminta namanya jangan di tulis, mengatakan : Jembatan ini dibangun tidak sesuai bestek. Mereka kerja asal – asalan saja. Yang penting cepat selesai dan cepat dapat untung.
Katanya lagi, saya lihat dan perhatikan, para pekerja hanya meletakkan besi ulir 12 mile, lalu mencor. Bagaimana tidak ambruk! Sebab tidak ada pondasi, tidak ada pilar, tidak ada penyangga, tidak ada lantai jembatan dan tidak ada gelagar. Cetusnya.
Ketika ditanya, apa nama PT yang mengerjakan jembatan ini, beliau menjawab lupa nama PT nya. Tapi kontraktornya saya kenal, jawabnya. Ketika ditanya siapa kontraktornya, beliau menjawab bahwa beliau berinisial ‘NK’ berdomisili di Kabupaten Sumba Barat, Provinsi NTT. Jelasnya.
Seorang Pengawas Proyek yang bekerja pada salah satu PT di Kota Tambolaka, Kabupaten SBD mengatakan : Biasanya dalam mengerjakan proyek jembatan, tidak asal kerja. Kami harus perhatikan betul semua komponen utama dan kontruksinya. Tidak asal pasang dan cor. Ujar, Paul (20,2).
Lanjut Paul, biasanya kami kerja jembatan, mau jembatan besar atau mini, harus gali pondasi, pembuatan pondasi, pengerasan pondasi, juga harus ada pembuatan pilar, harus ada pemasangan pilar, harus ada pengencangan pilar. Termasuk pembuatan gelagar, pemasangan gelagar, dan pengencangan gelagar. Setelah itu, dilanjutkan pembuatan lantai jembatan, pemasangan lantai jembatan dan pengerasan lantai jembatan.
Jangan lupa pemasangan penyangga, pembuatan penyangga dan pengencangan penyangga. Selanjutnya, harus ada pengujian jembatan, harus ada perawatan baru di serahkan untuk digunakan. Jika di kerjakan seperti yang saya uraikan, jembatan ini pasti lama penggunaannya baru rusak. Pak lihat sendiri bahwa apa yang saya uraikan tidak ada pada jembatan ini. Sia- sia uang hampir Rp 500 juta untuk membangun jembatan ini. Ujar, Paul kepada Media ini (20,2).
“Media ini menghubungi NK, tapi hpnya tidak aktif.”
Liputan : # Yoseph Kalumbang#.






____________________________________________