barru-tipikorinvesitgas news id- sulsel–Malam bukan alasan untuk beristirahat dari pengabdian. Ketika sebagian besar masyarakat terlelap dalam hangatnya rumah, ada sekelompok sosok berseragam yang menyusuri lorong-lorong desa dengan nyala lampu biru di kendaraan mereka—tanda kehadiran yang menenangkan. Itulah Patroli Biru Polsek Pujananting, sebuah aksi nyata dalam menjaga rasa aman dan membangun kedekatan.
Kamis malam, 10 Juli 2025 pukul 23.00 WITA hingga dini hari, langit Kecamatan Pujananting disinari bukan oleh bintang-bintang, melainkan oleh semangat pengabdian. Kapolsek Pujananting IPTU Sahabuddin memimpin langsung patroli ini, didampingi Ps. Ka SPKT Aiptu Syamsudirman dan Bhabinkamtibmas Aipda Firman, menyusuri wilayah-wilayah strategis dan rawan seperti Kelurahan Matappawalie dan Desa Bacu-Bacu.
Bukan sekadar rutinitas keamanan, patroli ini menjadi ruang dialogis antara aparat dan masyarakat. Dalam setiap sapaan dan imbauan yang disampaikan, tersirat ketulusan untuk menjaga, melindungi, dan merangkul. “Kami hadir bukan sekadar patroli, tapi sebagai sahabat malam yang menjaga mimpi warga tetap damai,” tutur IPTU Sahabuddin dengan nada teduh.
Keberadaan patroli ini pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Kami merasa tenang ketika mendengar suara kendaraan patroli melintasi, setidaknya kami tau, malam kami dijaga, ‘ ujar Rahman, warga Desa Bacu-bacu…
“Terima kasih buat Bapak Polisi yang tetap berjaga di saat kami tidur nyenyak. Patroli ini membuat kami merasa lebih dihargai dan dilindungi,” ucap Ibu Nurhayati dari Matappawalie.
Kegiatan berlangsung aman dan kondusif. Suasana yang tercipta adalah potret dari keberhasilan pendekatan humanis dan persuasif yang telah menjadi ciri khas Polsek Pujananting—membangun keamanan bukan dengan ketakutan, tetapi dengan kepercayaan dan kepedulian.
Sejalan dengan nilai-nilai luhur masyarakat Bugis:
Sipakatau (saling menghargai),
Sipakainge (saling mengingatkan), dan
Sipakalebbi (saling memuliakan),
Polisi hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi sebagai bagian dari komunitas. Polisi bukan untuk ditakuti, melainkan untuk dirasakan kehadirannya.
Di bumi Pujananting tercinta, Patroli Biru menjadi simbol bahwa kamtibmas bukan sekadar tugas, tapi panggilan nurani—menjadi pelindung dalam diam, menjadi pelita dalam gelap.
Jika Anda menginginkan versi yang lebih singkat untuk media sosial atau,
Tipikor korlip sulsel Andi baso lolo..







____________________________________________
