Mamasa, Tipikorinvestigasinews.id – Pemerintah Kabupaten Mamasa menggelar diskusi terbuka bertajuk “Dialog Mamase” yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Mamasa, Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini menghadirkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, akademisi, hingga masyarakat diaspora Mamasa. Dialog berlangsung dinamis dan penuh antusiasme, mencerminkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap arah pembangunan daerah.
Mengusung tema “Habis Gelap Terbitlah Terang”, kegiatan ini terinspirasi dari pemikiran R.A. Kartini yang diperingati setiap 21 April. Tema tersebut menjadi simbol harapan dan semangat kebangkitan Kabupaten Mamasa untuk keluar dari berbagai tantangan menuju masa depan yang lebih cerah dan sejahtera.
Dialog Mamase merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Mamase, yang bertujuan membuka ruang komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Forum ini menjadi wadah strategis untuk menyerap aspirasi, kritik, serta saran dari berbagai kalangan, khususnya terkait implementasi pemerintahan, pembangunan daerah, dan pelayanan publik.
Pada sesi pembuka, Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, memaparkan capaian pembangunan yang telah dilaksanakan serta rencana lanjutan dalam kerangka visi dan misi “Mamasa Menuju Mamase”. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat.
“Mamasa hari ini bisa bangkit kalau kita bergotong royong. Mamasa bisa pulih kalau kita sehati dalam mendukung pembangunan. Dan Mamasa bisa sejahtera bila kita mau bergandengan tangan,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kondisi Mamasa saat ini membutuhkan kekompakan dan kebersamaan semua pihak untuk bangkit dari keterpurukan, sejalan dengan makna tema yang diangkat dalam dialog tersebut.
Dialog yang berlangsung secara terbuka ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan berbagai pandangan dan masukan. Sejumlah isu strategis mengemuka, di antaranya pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta optimalisasi potensi daerah.
Perwakilan masyarakat diaspora Mamasa juga turut memberikan kontribusi pemikiran, terutama dalam melihat peluang pengembangan daerah dari perspektif yang lebih luas, termasuk investasi dan promosi potensi lokal.
Suasana dialog yang interaktif memperlihatkan adanya komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat. Hal ini menjadi indikator positif dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan responsif.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Mamasa menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang dialog yang konstruktif dengan masyarakat. Dialog Mamase diharapkan menjadi forum berkelanjutan yang mampu memperkuat sinergi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
Selain itu, momentum peringatan semangat perjuangan R.A. Kartini juga menjadi pengingat penting akan nilai keberanian, pemikiran maju, serta tekad untuk keluar dari keterbatasan menuju perubahan yang lebih baik.
Pemerintah Kabupaten Mamasa berharap, melalui dialog yang inklusif ini, berbagai masukan yang disampaikan dapat menjadi bahan evaluasi dan referensi dalam menyusun kebijakan pembangunan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat Mamasa.
Dengan semangat “Habis Gelap Terbitlah Terang”, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat bersatu, bergerak bersama, dan bergandengan tangan dalam mewujudkan Mamasa yang maju, mandiri, dan sejahtera.
Pewarta media Tipikor kaperwil sulbar ansar.







____________________________________________