Manado,tipikorinvestigasinews.id – Kepala Sekolah SMAN 9 Manado, Hendra Jonna Massie SPd, angkat bicara terkait tudingan dari lembaga masyarakat yang menilai sekolahnya tidak transparan mengelola dana BOS. Hendra menegaskan dirinya tidak pernah menutup-nutupi anggaran, bahkan menantang wartawan untuk membuka brankas guna membuktikan tak ada uang yang disembunyikan.
Permasalahan bermula ketika sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) mengajukan permintaan dokumen keuangan SMAN 9 Manado melalui surat-menyurat. Hendra mengungkapkan bahwa perwakilan lembaga tersebut tak pernah datang langsung ke sekolah. “Kalau mereka datang sendiri, kami akan melayani. Tapi selama ini cuma lewat surat, kadang surat itu bisa sampai ke meja saya, kadang tidak,” ujarnya.
Hendra menjelaskan ketidakhadirannya dalam sidang yang digelar sebelumnya karena memiliki agenda mendesak. Ia mengaku sedang mengantar Tim Indonesia ke Riyadh, Arab Saudi, dalam ajang Indonesian Islamic Game. Selain itu, pada waktu yang bersamaan ada undangan dari Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Utara untuk membahas sistem penerimaan murid baru tahun 2020. “Ini hal penting. Saat saya datang jam 1.30, sidang sudah selesai dan sudah ada putusan,” jelasnya.
Putusan sidang tersebut menyatakan bahwa dokumen yang diminta oleh LSM adalah laporan dana BOS tahun anggaran 2023-2024. Hendra menegaskan bahwa saat ini dirinya menjabat sebagai Kepala SMAN 9 Manado di tahun 2025, sehingga dokumen yang diminta adalah masa sebelum kepemimpinannya. “Bukan saya berarti menutupi,” tegasnya.
Terkait laporan dana BOS tahun 2025, Hendra memastikan semua rekapitulasi penggunaan anggaran sudah terbuka untuk masyarakat. Bahkan, seluruh dokumen keuangan sekolah telah melalui pemeriksaan dari Inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk periode 2020-2025. “Kami tidak ada temuan. Kami sudah dipanggil BPK dan dinyatakan bersih,” katanya.
Sekolah tidak bisa serta-merta menyerahkan dokumen yang diminta LSM karena harus mengikuti prosedur resmi. Menurut Hendra, segala masalah yang menyangkut pemeriksaan anggaran harus disurati ke Pemerintah Provinsi melalui Gubernur, kemudian diteruskan ke Inspektorat. “Dokumen semua itu ada di Inspektorat, bukan ke kami. Jadi kalau minta dokumen, harus lewat jalur resmi,” ujarnya.
Untuk membuktikan keterbukaannya, Hendra mengajak para wartawan yang pernah meliput di sekolahnya untuk melihat langsung isi brankas. “Ada 9 wartawan pernah masuk dan berkeliling dengan saya. Saya tantang, di brankas itu ada uang atau tidak? Ternyata ketika dibuka, memang brankas itu tempat menyimpan uang, tapi tidak pernah kami bawa-bawa,” ungkapnya dengan nada mantap.
Hendra juga mengaku sudah berusaha menghubungi pihak LSM untuk menyerahkan dokumen yang menjadi kewajibannya. Namun, saat dikontak, pihak LSM malah mengarahkan pertemuan di luar kantor. “Saya lebih memilih secara resmi bawa dokumen ke kantor anda atau melalui Inspektorat. Hari Jumat besok saya siap, tapi saya tidak mau ketemuan di luar karena itu tidak resmi,” pungkasnya seraya mempersilakan masyarakat melihat langsung rekapitulasi dana BOS SMAN 9 Manado yang terpajang terbuka untuk umum.







____________________________________________