Kukar, tipikorinvestigasinews.id – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Kartanegara (Kukar), pada Jumat (3 Januari 2025), menyelenggarakan Gerakan Etam Mengaji Al-Qur’an (GEMA) yang dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kukar, Akhmad Taufik Hidayat.
Acara ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan ditutup oleh tausiah yang disampaikan oleh Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kukar, M Basron. Dalam sambutannya, Taufik menyampaikan pesan Bupati Kukar yang menekankan pentingnya mencintai Al-Qur’an melalui pembiasaan membaca, memahami, dan mengamalkan isi kandungannya dalam keseharian.
Bupati juga menyebutkan bahwa Pemkab Kukar telah menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Gerakan Etam Mengaji, guna memberi arah dan panduan bagi gerakan ini. “Jadikan membaca Al-Qur’an sebuah kebiasaan tanpa mengenal hari libur. Jika umat Islam memiliki semangat tinggi dalam membaca Al-Qur’an, niscaya terwujud masyarakat Qur’ani dan generasi Qur’ani di Kukar,” ujar Taufik.
Kitab suci Al-Qur’an, lanjutnya, mengandung panduan yang mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, hingga lingkungan alam. Akhlak Rasulullah sendiri pun dibentuk oleh Al-Qur’an.
Namun, membaca Al-Qur’an membutuhkan pemahaman mendalam melalui pendekatan interdisipliner untuk mampu menggali makna yang terkandung dengan lebih baik. Al-Qur’an yang bersifat universal dan diturunkan untuk petunjuk seluruh umat manusia hingga akhir zaman seharusnya dipahami secara lebih luas agar benar-benar menjadi pedoman hidup. “Al-Qur’an diturunkan bukan hanya untuk masyarakat pada masa lalu tetapi juga untuk seluruh manusia hingga akhir zaman,” pungkasnya.(RED)






____________________________________________