Sumba,NTT,tipikorinvestigasinews.id – Pembukaan Panen Raya Jagung di Desa Kalaki Kambe, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT yang gerakan oleh GRIB Jaya SBD hadirkan tokoh-tokoh penting.
Pak Usman Husin, anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa mengunjungi Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) untuk meningkatkan kesejahteraan petani khususnya di kelompok tani Desa Kalaki Kambe. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, petani, dan lembaga swadaya masyarakat untuk meningkatkan produksi pertanian di SBD.

Ia menyampaikan bahwa GRIB Jaya SBD (Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu) dapat membantu meningkatkan produksi pertanian di SBD. “Kami menyarankan agar petani di SBD membentuk kelompok tani dan terdaftar di Simultan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah”, ujar Usman.
Selain menekankan pentingnya membangun pertanian di NTT untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ia juga menyampaikan bahwa Bulog wajib membeli hasil pertanian dari petani. “Kami berharap bahwa dengan kerja sama dan bantuan dari pemerintah, petani di SBD dapat meningkatkan produksi pertanian dan meningkatkan kesejahteraan hidup”, tegas DPR RI Usman Husin.

Hadir perwakilan Gubernur NTT oleh Kadis Pertanian Provinsi, Joaz Bily Oemboe Wanda, M.Sc menyatakan bahwa Sumba Barat Daya (SBD) memiliki potensi besar dalam pertanian dan pariwisata. Ini dapat meningkatkan ekonomi lokal dan mengurangi kemiskinan.
“Kami siap membantu petani dan mengembangkan infrastruktur untuk menggerakkan ekonomi lokal, sehingga kita menangkal stunting demi kesejahteraan masyarakat desa”, ungkap Joaz Bily.
Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan produksi pertanian di SBD. Harga jual produk pertanian juga dijanjikan akan kompetitif, seperti padi seharga Rp 6.500 per kilogram, beras seharga Rp 12.000 per kilogram, dan jagung seharga Rp 5.500 per kilogram.
Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk bekerja sama dalam mengembangkan SBD, dengan motto “Ayo bangun SBD”. “Harapan kita bahwa SBD dapat menjadi salah satu daerah yang berkembang di NTT, dengan memanfaatkan potensi pertanian dan pariwisata yang ada”, kata Joaz Bily.
Ketua GRIB Jaya SBD, Esty Bily menyampaikan bahwa kerja sama dan dukungan dari semua pihak, diharapkan SBD dapat menjadi daerah yang maju dan sejahtera, bahkan dukungan untuk pengembangan pertanian di bumi Marapu berharap dapat menjadi awal yang baik untuk kemajuan SBD, baik di bidang pertanian maupun sosial dan kemanusiaan.
Pengembangan pertanian di Desa Kalaki Kambe diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalaki Kambe. “GRIB Jaya berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk mencapai kesejahteraan petani”, tambah Esty.
Apalagi pengembangan pertanian di Desa Kalaki Kambe harus dapat menjadi contoh bagi pengembangan pertanian di daerah lain, dan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam mengurangi kemiskinan.
Pemerintah dan GRIB Jaya berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan pertanian bukan saja di Desa Kalaki Kambe tetapi juga di daerah lainnya di NTT. “Dengan kerja sama dan dukungan dari semua pihak, diharapkan NTT dapat menjadi daerah yang maju dan sejahtera”, jelas Esty. Sabtu, 15 Maret 2025.
Bernardus Bili, Kepala Desa Kalaki Kambe menyampaikan bahwa Desanya berdiri pada tahun 2002 dengan jumlah 876 KK dan mayoritas penduduknya adalah petani. Akan tetapi, desa ini memiliki potensi alam yang baik, tanah yang subur, ada danau Wee Wini, namun masih menghadapi kesulitan seperti kurangnya infrastruktur dan akses kependidikan masih terbatas.
Kepala Desa (Kades) Kalaki Kambe menyampaikan rasa syukur dan kegembiraan atas kedatangan Wakil Rakyat dari Senayan bersama utusan perwakilan Gubernur NTT ke desanya. “Saya mengakui bahwa masyarakat Kalaki Kambe masih menghadapi banyak kesulitan, seperti infrastruktur jalan yang buruk, kurangnya penerangan, dan keterbatasan akses air bersih”, ucapnya.
Bernardus juga menyampaikan kerinduannya agar kedatangan para pemimpin rakyat di wilayah Kalaki Kambe dapat membawa dampak positif bagi warganya, disisi lain ia menitipkan salam untuk Pak Gubernur NTT yang tidak sempat hadir.
“Kami belum memiliki akses jalan yang memadai di desa ini, bahkan pada malam hari kami masih menggunakan pelita sebagai sumber cahaya. Apakah ada hati yang rela bersedia membantu kami mengatasi kesulitan ini? Semoga pertemuan ini dapat membawa perubahan positif bagi desa kami,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kades juga menyampaikan beberapa program yang sedang dijalankan oleh pemerintah desa, seperti pengembangan pertanian, pariwisata, dan pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). “Harapan kami agar program-program tersebut dapat membantu meningkatkan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat”, tegas Bernardus Pembina Umat Stasi St. Yohanes Nepomuk- Lolo Uwi.
Yusuf Koe Hoea, Sekretaris 1 DPD GRIB Jaya NTT memperkuat bahwa organisasinya hadir dan berkolaborasi dengan semua sektor untuk mengembangkan lahan tidur menjadi lahan produktif. Projek yang kita bawa dalam Panen Raya ini adalah Projek 3 Batu Tungku, yakni pengolahan lahan tidur yang berhubungan dengan program pemerintah pusat seperti swasembada pangan. Yang kedua, ketenagakerjaan yang berkaitan dengan pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), dan yang ketiga adalah NTT terang.
“Poktan GRIB Jaya akan mengelola 400 hektar lahan tidur untuk meningkatkan produksi pangan di Pulau Sumba, terlebih menjadikan Pulau Sumba sebagai Pulau Swasembada Pangan di NTT”, ucapnya.
Akan tetapi, untuk mencapai tujuan ini, strategi yang dibangun adalah:
1. Membangun kemitraan dengan pemerintah untuk mendapatkan dukungan dan bantuan.
2. Mengembangkan kerja sama dengan pengusaha untuk meningkatkan akses pasar dan pendapatan petani.
3. Mengintegrasikan poktan dan petani dalam proses pengembangan pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
4. Mengoptimalkan peran PT (perusahaan) dalam mendukung pengembangan pertanian dan pangan di Pulau Sumba.
“Dengan strategi ini, diharapkan Pulau Sumba dapat menjadi Pulau Swasembada Pangan di NTT dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat”, tutup Yusuf Sekretaris DPD GRIB Jaya yang ditemani oleh Bendahara DPD GRIB Jaya NTT, Jonias Killa, Direktur P3MI PT All qurny Bagas Pratama NTT.
Liputan: Tote Kalumbang
Editor: John Mone







____________________________________________