Guna mencapai Target Produksi, Petani Banyuwangi Tanam Padi Serempak.

BREAKING NEWS

BANYUWANGI,tipikorinvestigasinews.id –Petani di Banyuwangi melaksanakan tanam padi serempak di hamparan sawah sekitar 90 Hektar di Desa Gladag Kecamatan Rogojampi,Banyuwangi, Selasa (20/5/2025), untuk mengoptimalkan musim tanam kedua (MT II).

Pada acara tanam serempak tersebut secara seremonial turut Dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Dandim 0825 Banyuwangi, Pimca Bulog Banyuwangi, Pimpinan Pupuk Kaltim serta Stake Holder Lain. selain itu acara tanam padi serempak dikunjungi pula oleh Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian RI Ghandi Perdana.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Ilham Juanda dalam sambutannya menyampaikan acara ini merupakan gerakan tanam serempak memasuki musim tanam ke dua (MK I) sekaligus percontohan Agrosolution menggunakan Pupuk Non Subsidi dengan pendampingan dari PT.Pupuk Kaltim.

“Kami beserta Dandim dan stakeholder pembeli gabah telah melaksanakan program ketahanan pangan menuju swasembada pangan sejak awal Tahun 2025 lalu, hingga hari ini telah menerima serap gabah sebanyak 51.000 ton. Sementara target areal serap gabah seluas 151.001 Hektar baru terealisasi 52.574 Hektar atau sekitar 35%. Strategi untuk mencapai target tadi dilakukan dengan meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT), mencukupi kebutuhan pupuk petani khususnya pupuk Urea dari sebelumnya ditahun 2023 sebesar 46% bertambah menjadi 85% ditahun 2024 dan jika masih kurang akan dicukupi sesuai RDKK hingga mencapai 100, tandasnya.

Strategi berikutnya adalah Harga Pokok Pembelian (HPP) gabah petani mengikuti harga ketentuan Pemerintah (Bulog) kemudian teknologi dicukupi dengan mengerahkan bantuan berupa alat mesin pertanian (alsintan),menggunakan benih unggul salah satunya yang sekarang ditanam yaitu menggunakan varietas unggul Baru padi BK 01 Agritan.

Dandim 0825 Banyuwangi, Letnan Kolonel Arhanud Joko Sukoyo menyampaikan bahwa dengan bantuan teknologi dan inovasi dari PT Pupuk Kaltim, kami yakin target produktivitas dapat dicapai.
“Saat ini, pupuk sudah tidak ada .masalah sejak alokasi hingga pendistribusian, Bibit unggul berkualitas tentu hasil juga berkualitas yang tidak kalah penting modifikasi teknologi untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan yang akan ditanami,” ujar Joko.

Dirjen Perlindungan Tanaman dan Pangan Kementerian Pertanian, Ghandi Perdana, menyebut Bulan ini Target Luas Tanam Jawa Timur adalah 233.000 Hektar, dan baru mencapai 46% sedangkan Banyuwangi masih sekitar 40% atau sekitar 15.544 Hektar. Karena itu perlu percepatan tanam, semakin cepat tanam semakin banyak panen, di Banyuwangi ini Pupuk Tersedia,.Air Irigasi melimpahz Cuaca Bagus, Harga Gabah Bagus, yang harus ditambah adalah semangat dan sinergi antara pemerintah pusat,daerah serta dukungan TNI, Bulog dan pihak lain. Kerja Keras saja tidak cukup harus bekerja dengan inovasi demi tercapainya pertanian Indonesia yang lebih maju,” tuturnya.
.
Pewarta : Wiwit H/Kabiro

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
─────────────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *