Aceh Singkil | tipikorinvestigasinews.id ~ Momentum bersejarah menyelimuti “Bumi Syekh Abdurrauf As-Singkili”. Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Aceh Singkil yang jatuh pada 27 April 2026,

Ketua DPRK Aceh Singkil, H. Amaliun Pohan, bersama jajarannya secara resmi menyerukan pesan persatuan mendalam bagi seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintahan.
Perjalanan 27 tahun (1999–2026) ini dipandang bukan sekadar pergantian angka, melainkan fase krusial bagi daerah untuk melakukan lompatan strategis. Dengan semangat pembaruan, Amaliun Pohan bersama jajaran legislatif mengusung visi besar:
“Tumbuh dalam Kebersamaan, Mengukir Prestasi, dan Menuju Masa Depan Gemilang.” Filosofi Ketaatan dan Harmoni
Dalam keterangannya kepada media, Amaliun menekankan bahwa tema tahun ini adalah sebuah manifestasi spiritual dan sosiologis. Menurutnya, kemajuan sebuah daerah tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi harus berakar pada ketaatan kolektif.
“Tema ini bukan sekadar pemanis slogan. Ini adalah janji kita bersama. Berlandaskan ketaatan kepada Sang Pencipta dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku, kita harus tumbuh dalam harmoni. Hanya dengan ikatan kebersamaan yang kokoh, kita memiliki kekuatan untuk mengukir prestasi dan melangkah gagah menuju masa depan,” tegas Amaliun.
Transformasi “Singkil Maju, Masyarakat Bersatu”
Memasuki usia perak menuju dewasa, Amaliun mengakui bahwa tantangan zaman—mulai dari akselerasi ekonomi hingga digitalisasi—semakin kompleks. Namun, ia optimistis Aceh Singkil memiliki modal sosial yang kuat untuk bersaing di level provinsi maupun nasional.
Ada tiga poin utama yang ditekankan Ketua DPRK dalam peringatan tahun ini:
1. Sinergi Lintas Sektor: Mengajak seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) untuk menanggalkan ego sektoral dan bekerja secara kolaboratif.
2. Refleksi dan Inovasi: Menjadikan capaian 27 tahun terakhir sebagai bahan evaluasi untuk melahirkan terobosan baru yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.
3. Ketahanan Masyarakat: Memperkuat kohesi sosial masyarakat agar tidak mudah terfragmentasi oleh isu-isu yang merusak persatuan.
Peringatan HUT ke-27 ini diharapkan menjadi katalisator bagi seluruh komponen daerah untuk merefleksikan kembali cita-cita pemekaran kabupaten pada tahun 1999 silam.
“Kita ingin Aceh Singkil tidak hanya dikenal karena sejarah besarnya, tapi juga karena prestasinya hari ini dan masa depan. Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik balik untuk membuktikan bahwa Singkil mampu mandiri, maju, dan disegani,” pungkasnya.[]
Laporan: Khalikul Sakda







____________________________________________