Sumenep, tipikorinvestigasinews.id – Jalan poros yang menghubungkan antara Batu Guluk dan Arjasa di Sumenep semakin sempit akibat berdirinya kios-kios yang tidak beraturan di bahu jalan raya. Kondisi ini tidak hanya mengganggu fungsi jalan, tetapi juga membuat para pengendara dan sopir truk khawatir akan terjadinya kecelakaan.
Pengendara dan masyarakat setempat berharap agar aparat terkait melakukan penertiban terhadap kios-kios atau pedagang di bahu jalan, khususnya di area Pasar Tanjung, Desa Angkatan, dan Desa Laok Jang Jang. Berdirinya kios-kios di tepi jalan sangat mengganggu aktivitas jalan raya dan membuat para pengendara dan sopir truk kesulitan parkir kendaraan saat darurat.
Dari pantauan media pada Kamis (3/7/2025), jalan poros yang menghubungkan antara Batu Guluk dan Arjasa terlihat agak menyempit, terutama di area Pasar Tanjung, Desa Angkatan. Berdirinya kios-kios yang letaknya sangat dekat dengan badan jalan berpotensi memicu terjadinya kecelakaan.
Salah satu sopir angkutan umum jenis pikup mengeluh karena sulitnya parkir kendaraan saat darurat dan menurunkan barang pelanggan. Bahkan, dirinya sering diklakson oleh pengendara lain karena parkir di bahu jalan.
Para sopir dan pengendara berharap agar aparat yang berwenang, seperti Forkopimka melalui Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, dan Dinas Lingkungan Hidup, melakukan penertiban kios-kios di area tersebut. Mereka khawatir jika terjadi kecelakaan, siapa yang akan bertanggung jawab.
Saat dikonfirmasi, Camat Arjasa, Aynizar Sukma, menyatakan bahwa akan segera mengkoordinasikan dengan jajaran Forkopimka untuk melakukan penertiban guna menghindari hal yang tidak diinginkan.
Pewarta: M. Sairi







____________________________________________