Sumba Barat Daya, tipikorinvestigasinews.id – Kesal, saban hari bolak – balik dengan jarak tempuh kurang lebih 40 Km lalu urusan pun tak kunjung selesai.
Sang Operator sekolah, inisial YD nekad langgar hukum. YD, seorang operator sekolah yang berada di kecamatan Kodi Utara Kabupaten SBD.
Dalam keterangannya di Polres SBD ketika kuli tinta meminta keterangan apa motif nya dia melakukan tindakan kriminal? YD mengatakan, Ia kesal karena di persulit oleh Dinas P dan K, Kabupaten SBD.
Kata YD! minta SP2D saja dipersulit, mereka masih minta ulang SPTMA untuk penerimaan Hibah padahal sudah deal SPBTMJ tapi minta kembali lagi.
Yang buat saya kesal kata YD hampir tiap hari datang di dinas P dan K dan sudah enam(6) bulan kami guru – guru di SD Ilha Loko tidak terima Gaji. ungkapnya(16/06/25).
Menurut Korban Kasie pada Dinas P dan K Kab SBD,di RSUD, inisal, ALB menuturkan bahwa awal itu kepsek dan Operator Sekolah SD Ilha Loko datang minta surat Pencarian Dana Bos tahap l tahun 2025.
Untuk melengkapi itu laporannya sudah dimasukkan dua minggu yang lalu. Terus karena sekolah ini masih ada persoalan terkait data maka kabid minta untuk pending Pencairan, sambil cek data siswa diDapodik.
Siswa yang ada diDapodik awalnya itu dari Januari siswa,jumlah tiga ratus(300) lebih.
Setelah diasistensi ternyata siswanya itu banyak yang tidak masuk Data Dapodik. Makanya Ibu Kabid bilang Pending dulu Pencairan Dana Bos, ujar ALB.
Lanjutnya, Saya(korban) mengikuti perintah Pimpinan. Saya hanya kasie pelaksana teknis dalam pengurusan dana Bos.
Semua yang saya lakukan atas perintah atasan yaitu Kabid SD. Jadi tidak bisa saya serta merta melakukan hal-hal diluar dari sepengetahuan atasan, kata Korban.
Saya bersama Operator Dapodik Dinas P dan K, dalam beberapa minggu mencek Data Dapodik.
Dan sudah temukan bahwa data – data yang bermasalah sudah tidak ada lagi, tandas ALB.
Sebenarnya minggu lalu mau proses Pencairan tapi karena saya tugas luar daerah maka saya minta hari senin tanggal, 16/06/25 untuk datang menghadap tambah ALB.
Ucapnya lagi kepada Kuli tinta di RSUD Rada Bolo kec. Kota Tambolaka, Kab. SBD. Mereka datang pagi.
Tidak tahu jam berapa mereka tiba. Mereka ketemu saya . Saya bilang ke mereka ketemu dulu Ibu Kabid lantas ibu Kabid suruh mereka ketemu saya.
Saya sampaikan untuk proses pencairan masukan rekening Koran, SPTJM dan SPTMA untuk bisa Proses SPB.
Dan mereka menyetujui lalu keluar. Pulang ambil persyaratan untuk Pencairan Dana Bos.
Saat itu saya juga keluar dari ruangan. Ada kerja lagi data dengan Operator Dapodik Dinas P dan K.
Setelah itu saya kembali masuk dalam ruangan kerja, lagi cerita dengan teman Kasie P dan K yaitu Pak Manase dan tiba-tiba datang YD operator Sekolah anak dari Kepala Sekolah SD Ilha Loko,Kec. Kodi Utara, Kab. SBD.
Masuk ruangan kerja melakukan penikaman. YD menikam saya pada bahu dan perut saya tutur, ALB.
Bene Dalupe (17/06/25) dalam konfrensi persnya mewakili korban menyampaikan rintihan hati korban bahwa korban penusukan tidak pernah menyulitkan sekolah manapun yang berada di Kab. SBD
Untuk Pencairan Dana Bos. Korban sudah diframing habis habisan oleh Masyarakat SBD.
Korban sudah diadili oleh masyarakat dengan pemberitaan yang tidak seimbang.
Membenarkan tindakan Pelaku, hanya berdasarkan berita sepihak tanpa cek dan lacak peristiwa ini tegas Dalupe.
Dalupe meminta masyarakat menyikapi berita harus berdasarkan Pemberitaan yang seimbang.
Jangan hanya versi pelaku lalu diglorifilakasi tindakan kriminal. Korban bukan koruptor, bukan penjahat, bukan Kriminal berat.
Ditusuk begitu! Hatimu membenarkan pelaku, Standar Moral kita dimana?. Saya sebagai keluarga sangat tersakiti dengan Framing yang menyudutkan korban.
Kondisi korban saat ini, dalam tahap penanganan serius oleh dokter, Sudah dilakukan operasi besar.
Pada hari senin 16/06/25. Dari jam 5 sore sampai jam 9 malam wita. Luka dipundak dan perut.
Yang parah diperut, tusukan tembus sampai usus sehingga proses operasinya butuh waktu,tutur Benediktus.
Pewarta: Joseph Kalumbang







____________________________________________
