Ketua IWOI Aceh Timur Murka: Jelang Lebaran Bantuan Banjir Tak Cair, Pemerintah Dinilai Abai dan Lepas Tanggung Jawab

Aceh Timur- tipikorinvestigasinews.id- Menjelang Hari Raya Idulfitri, penderitaan korban banjir di Aceh Timur justru makin memuncak. Bantuan yang dijanjikan tak kunjung cair, sementara masyarakat terus bertahan dalam kondisi serba kekurangan tanpa kepastian. Selasa (19/5/2026).

Kemarahan warga kini tak terbendung. Mereka menilai pemerintah gagal hadir di saat rakyat benar-benar membutuhkan.

“Sudah berbulan-bulan kami menunggu. Jelang Lebaran, bantuan belum juga jelas. Rakyat menjerit, tapi pemerintah seolah tutup mata. Jangan jadikan kami pengemis di negeri sendiri,” ujar salah satu perwakilan warga dengan nada geram.

Situasi ini memicu gelombang kritik keras, termasuk dari Ketua IWOI Aceh Timur, Rahmad. Ia menilai lambannya penanganan bukan lagi soal teknis, melainkan bentuk kelalaian serius.

“Kalau alasan klasiknya kekurangan personel, itu tidak bisa diterima. Jangan bungkus kelemahan dengan alasan. Negara harus hadir, bukan bersembunyi di balik keterbatasan,” tegas Rahmad.

Ia bahkan menyindir keras dengan wacana pengerahan ribuan warga dari ratusan desa untuk turun langsung membantu penanganan banjir—sesuatu yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah.

“Kalau memang pemerintah tidak sanggup, katakan saja. Masyarakat Aceh Timur siap turun. Dari 513 desa, kalau lima orang saja bergerak, untuk membantu pemerintah Aceh Timur dan ribuan orang bisa bekerja. Tapi ini pertanyaannya: negara ini masih punya tanggung jawab atau tidak?” lanjutnya tajam.

Rahmad juga mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan pemerintah daerah agar berhenti berdiam diri dan segera mengambil langkah nyata.

“Jangan tunggu rakyat bergerak dulu baru pemerintah ikut sibuk. Ini bukan soal pencitraan, ini soal tanggung jawab. Bergerak cepat, transparan, dan serius—itu yang dituntut rakyat hari ini,” katanya.

Lebih jauh, ia mengingatkan agar semangat gotong royong tidak dijadikan tameng untuk menutupi kegagalan negara dalam menjalankan kewajibannya.

“Gotong royong itu budaya, bukan alasan untuk membiarkan rakyat menanggung beban sendiri. Jangan sampai negara hanya hadir saat seremonial, tapi hilang saat rakyat menderita,” sindirnya.

Masyarakat pun menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam. Jika situasi ini terus berlarut, bukan tidak mungkin aksi besar akan terjadi sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah.

“Jangan tunggu kemarahan ini meledak. Selesaikan sekarang. Jangan sampai setelah banjir surut, tanggung jawab juga ikut hanyut,” tutup Rahmad.

 

Sudirman: Wartawan Aceh Timur

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
─────────────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *