Mafia Solar di SPBU Tababo: Kekerasan Brutal terhadap Wartawan saat Mengungkap Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi

Mitra Tipikirinvedtigasinews.id –Mafia Solar di SPBU Tababo: Kekerasan Brutal terhadap Wartawan saat Mengungkap Dugaan Penyelewengan BBM BersubsidiMitra, Tipikorinvestigasinews.id – Upaya mengungkap dugaan praktik ilegal dalam distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi berujung pada aksi kekerasan yang dialami sejumlah wartawan di SPBU Tababo, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Seorang jurnalis dilaporkan mengalami luka-luka setelah dikeroyok secara brutal oleh sekelompok orang yang diduga merupakan kaki tangan jaringan mafia solar yang beroperasi di lokasi tersebut.

Peristiwa nahas itu terjadi Rabu, (4/3/2026) dini hari, sekitar pukul 00.30 WITA, saat para wartawan tengah melakukan pemantauan aktivitas distribusi BBM bersubsidi di SPBU yang disebut-sebut terkait dengan kepemilikan RK, seorang pejabat tinggi di Kabupaten Minahasa Tenggara.

Kronologi kejadian berawal dari sejumlah wartawan yang sedang melakukan pekerjaan jurnalisme investigasi, di mana situasi di area SPBU tersebut terpantau normal. Namun ketegangan mulai muncul ketika keberadaan wartawan diduga diketahui oleh sejumlah orang di lokasi. Tidak lama kemudian, suasana berubah mencekam.

Menurut keterangan saksi mata di lokasi, salah seorang terduga pelaku sempat berteriak kepada pengawas atau karyawan SPBU dengan kalimat bernada ancaman yang membuat bulu kuduk merinding:

“Kase mati jo itu lampu, torang mo bunung sini pa dorang.” (Matikan lampu, kami mau bunuh mereka di sini).

Beberapa saat setelah teriakan tersebut, lampu di area SPBU tiba-tiba padam total. Dalam kondisi gelap gulita itulah diduga terjadi pengeroyokan terhadap para wartawan. Korban dipukul menggunakan benda keras menyerupai balok oleh para pelaku yang diduga merupakan kaki tangan dari jaringan mafia solar yang tengah beroperasi di lokasi tersebut. Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka fisik cukup serius serta trauma mendalam.

Insiden ini memunculkan dugaan kuat bahwa aksi kekerasan tersebut tidak terjadi secara spontan, melainkan merupakan upaya terencana untuk menghalangi aktivitas jurnalistik yang tengah menyoroti dugaan praktik ilegal dalam distribusi BBM bersubsidi.

Kontroversi semakin memanas ketika orang kepercayaan pemilik SPBU yang disebut-sebut sebagai koordinator, VR alias Vanda, justru menunjukkan sikap yang tidak lazim. Saat dimintai klarifikasi terkait peristiwa kekerasan tersebut, Vanda merespons dengan tertawa tanpa memberikan penjelasan memadai.

“Sebagai koordinator di SPBU, VR alias Vanda terlihat seperti tak menunjukkan rasa empati atas kejadian tersebut. Dia sepertinya tak punya itikad yang baik terhadap insiden kekerasan yang menimpa insan pers,” kata Onal, salah satu korban penganiayaan, yang menegaskan bahwa saat kejadian mereka sedang menjalankan tugas jurnalistik yang dilindungi undang-undang.

Lebih lanjut, kegiatan investigasi merupakan bagian dari tugas jurnalistik yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang menjamin kemerdekaan pers serta perlindungan bagi wartawan dalam menjalankan tugasnya.

Saat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut, Vanda justru berbalik menantang media untuk memberitakan kejadian tersebut.

“Silakan diberitakan, saya tidak takut jika masalah ini diangkat ke media. Saya tidak kenal dengan para pelaku pemukulan tersebut,” kata Vanda dengan nada menantang.

Kasus ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai dugaan praktik mafia BBM bersubsidi di wilayah tersebut serta kemungkinan adanya pihak-pihak yang berupaya menutupi praktik ilegal tersebut. SPBU Tababo selama ini menjadi sorotan karena diduga menjadi lokasi penyelewengan solar bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil, namun justru dijual kepada industri atau dijual kembali dengan harga lebih tinggi.

“Kami berharap aparat penegak hukum tidak hanya mengusut kasus penganiayaan, tetapi juga mengungkap dugaan jaringan mafia solar yang diduga beroperasi di SPBU Tababo,” harap Onal.

Insiden kekerasan ini kembali menambah daftar panjang kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia, sekaligus menjadi ujian serius bagi aparat penegak hukum dalam menjamin perlindungan terhadap kebebasan pers dan mengungkap praktik mafia yang merugikan negara.

Aspek Keterangan
Lokasi SPBU Tababo, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra)
Waktu Rabu, 4 Maret 2026, pukul 00.30 WITA
Korban Sejumlah wartawan (satu orang mengalami luka fisik akibat pengeroyokan)
Terduga Pelaku Sekelompok orang diduga kaki tangan jaringan mafia solar
Saksi Kunci VR alias Vanda (koordinator SPBU)
Pemilik SPBU Diduga terkait dengan RK, pejabat tinggi di Minahasa Tenggara

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari aparat kepolisian setempat terkait proses penyelidikan kasus ini. Insan pers dan masyarakat menanti langkah tegas aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus kekerasan terhadap jurnalis sekaligus membongkar dugaan mafia solar yang diduga telah lama beroperasi di wilayah tersebut. (Tim/Inves)

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
─────────────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *