Aceh Singkil,tipikorinvestigasinews.id –Liga Mahasiswa Nasional untuk
Demokrasi (LMND) Kabupaten Aceh Singkil menyoroti ketidakjelasan arah pembangunan sektor pendidikan di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Amran Ramli. Hingga saat ini, LMND menilai belum ada kebijakan signifikan dan terukur yang mencerminkan keberpihakan terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah tersebut.
Dalam situasi sosial dan ekonomi masyarakat yang masih bergantung pada intervensi pemerintah, LMND menilai lemahnya perhatian terhadap dunia pendidikan merupakan bentuk pengabaian terhadap hak dasar rakyat.
> “Kami melihat tidak ada roadmap yang jelas, tidak ada program strategis yang dijalankan secara konsisten. Padahal pendidikan adalah jantung dari pembangunan manusia. Ini seharusnya jadi prioritas utama,” ujar Koordinator LMND Wilayah Aceh Singkil dengan nada tegas.
LMND juga mengkritisi sikap pasif pemerintah daerah yang dinilai hanya menjalankan rutinitas administratif tanpa adanya terobosan kebijakan yang berarti.
> “Pemerintah daerah seolah hanya bekerja sekadar menggugurkan kewajiban jabatan. Tidak ada keberanian membuat langkah konkret untuk memajukan pendidikan. Ini menunjukkan lemahnya visi dan komitmen terhadap masa depan generasi muda Aceh Singkil,” tambahnya.
Dalam pernyataannya, LMND mengajukan beberapa tuntutan kepada PLT Kadisdikbud Aceh Singkil:
1. Segera menyusun dan mempublikasikan roadmap pendidikan daerah agar arah pembangunan sektor ini lebih jelas dan terukur.
2. Menjamin transparansi penggunaan anggaran pendidikan, khususnya pada sektor infrastruktur dan kesejahteraan guru.
3. Memastikan pemerataan fasilitas dan tenaga pendidik di seluruh wilayah Aceh Singkil.
4. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program-program pendidikan yang dinilai tidak memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
LMND menegaskan akan terus mengawal persoalan pendidikan secara kritis dan konsisten. Mereka bahkan tak menutup kemungkinan akan menggelar aksi massa jika pemerintah daerah tetap bersikap pasif dan abai terhadap pembangunan sumber daya manusia.
“Jika tidak ada perubahan arah kebijakan, aksi turun ke jalan adalah konsekuensi logis. Kami tidak akan diam melihat masa depan pendidikan Aceh Singkil dibiarkan stagnan oleh kepemimpinan yang minim gagasan,” tutup nya, {syah}







____________________________________________
