BULUKUMBA—Tipikorinvestigasinews.id—– LSM TRIGA Nusantara Indonesia Trinusa DPC Bulukumba, sebagai mitra pembangunan dan pengawas sosial, telah menerima aduan dari warga dan SMAN 9 Bulukumba terkait bau tak sedap yang berasal dari Pasar Tradisional Ujung Loe. Bau tersebut diduga disebabkan oleh kurangnya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), keterbatasan air bersih, dan kurangnya tempat sampah.
LSM TRIGA Nusantara Indonesia Trinusa DPC Bulukumba telah berulang kali menyampaikan keluhan ini kepada Dinas Perdagangan Kabupaten Bulukumba dan pengelola Pasar Ujung Loe. Namun, upaya penanggulangan yang dilakukan sejauh ini, berupa penyiraman Soklin setelah aktivitas pasar ikan selesai, dinilai tidak efektif mengatasi masalah bau limbah.
Oleh karena itu, LSM TRIGA Nusantara Indonesia Trinusa DPC Bulukumba mendesak pengelola Pasar Tradisional Ujung Loe, dalam hal ini Dinas Perdagangan Kabupaten Bulukumba, untuk segera menyediakan dan melengkapi sarana kebersihan yang memadai. Sarana tersebut meliputi IPAL, tempat sampah yang cukup, dan ketersediaan air bersih untuk memastikan toilet tetap berfungsi dengan baik. Ketiadaan air bersih di toilet juga berkontribusi pada masalah bau.
Kami menilai, tidak ada alasan bagi Dinas Perdagangan untuk menyatakan ketiadaan anggaran. Pasar Ujung Loe merupakan sumber pendapatan utama daerah (retribusi pasar), sehingga penyediaan fasilitas dan sarana yang memadai merupakan investasi yang wajar untuk kenyamanan pedagang, warga sekitar, dan siswa SMAN 9 Bulukumba.
Apabila Pemerintah Daerah Kabupaten Bulukumba, khususnya Komisi B DPRD Kabupaten Bulukumba, tidak segera menindaklanjuti aduan ini, LSM TRIGA Nusantara Indonesia Trinusa DPC Bulukumba akan ji mengambil langkah-langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan aksi demonstrasi dan upaya hukum lainnya.
Bahwa sesuai pemantauan LSM triga Nusantara Indonesia DPC Bulukumba bukan hanya pasar tradisional ujung loe saja yang kotor menimbulkan bau tidak sedap dan tidak ad wc, Hampir merata seluruh pasar di kab Bulukumba
Sebelum berita ini di tayangkan korwil Tipikorinvestigasinews.id telah menghubungi ketua komisi 2 DPRD fraksi PKB H.muhdar melalu via telepon (WhatsApp) tidak merespon
Timred






____________________________________________