Gowa, tipikorinvestigasinews.id– Aktivitas tambang galian C di Dusun Bontoba’do’, Desa Tindang, Kecamatan Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa, terus menuai sorotan. Dari pantauan media ini, Sabtu (13/09/2025), terlihat jelas kubangan besar hasil kerukan pasir yang kemudian dikomersilkan keluar wilayah.
Salah satu warga menuturkan, untuk hari ini Sabtu 13 September 2025, alat tidak beroperasi dan dilakukan penutupan sementara karena ada petugas yang turun ke lokasi sekitar pukul 10 pagi. Namun, ia menambahkan bahwa biasanya setelah sholat magrib hingga pukul 12 malam, pengelola tambang kembali menjalankan alat berat untuk menumpuk pasir sebanyak-banyaknya.
Kuat dugaan, aktivitas tambang ilegal ini dibekingi oleh salah satu oknum polisi berinisial A, dengan pengelola bernama Deng Sewang. Warga pun mendesak Kapolri dan Presiden RI untuk turun tangan, menangkap pelaku, sekaligus mengusut keterlibatan oknum aparat yang disebut-sebut menjadi pelindung tambang liar tersebut.
Sebagai catatan, praktik tambang tanpa izin jelas melanggar UU No. 3 Tahun 2020 tentang Minerba, UU No. 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup, serta PP No. 38 Tahun 2011 tentang Sungai yang melarang aktivitas di sempadan sungai. Publik kini menunggu keseriusan aparat penegak hukum: menindak tegas, atau justru membiarkan tambang liar ini terus merajalela.
Adapun harapan Warga,
Warga menegaskan bahwa kegiatan tambang liar tersebut bukan hanya merusak lingkungan dan merugikan masyarakat sekitar, tetapi juga mencoreng nama baik institusi kepolisian jika benar ada keterlibatan oknum di baliknya.
“Jangan sampai rakyat kehilangan kepercayaan. Kami minta Kapolri turun langsung, tangkap pengelola dan usut tuntas oknum yang diduga jadi bekingan,” tegas salah satu warga.
Kasus ini diharapkan tidak berhenti hanya pada razia formalitas. Publik menanti bukti keseriusan aparat penegak hukum dalam membersihkan institusi dari oknum nakal yang justru melindungi kejahatan Lingkungan.
Hingga berita ini dinaikkan pihak pengelola daeng Sewang dan yang diduga oknum polisi yang menjadi bekingan belum berhasil dikonfirmasi. (Syarif/Syukur)







____________________________________________
