ACEH SINGKIL,tipikorinvestigasinews.id –Di tengah himpitan ekonomi, sebagian masyarakat Aceh Singkil kembali turun ke sawah menanam padi demi menyambung hidup. Ironisnya, di saat rakyat berjibaku melawan kemiskinan, pemerintah daerah justru menggelontorkan anggaran Rp 2,2 miliar untuk pengadaan mobil dinas, ditambah belanja iPad dan iPhone senilai puluhan juta rupiah.
Garis kemiskinan di Aceh Singkil terus merangkak naik, yang berarti semakin banyak warga hidup di bawah standar kebutuhan layak. Namun, bukannya fokus mengentaskan kemiskinan, Pemkab malah terlihat sibuk memanjakan kenyamanan pejabat.
“Apa urgensinya mobil dinas baru, iPad, dan iPhone terhadap peningkatan ekonomi rakyat?” sindir seorang warga. “Harus kemana lagi kami memohon? Pemerintah sibuk mengurus kenyamanan sendiri, sementara rakyat masih berjuang mencari makan.”
Warga pun mempertanyakan arah investasi daerah yang dinilai lebih mengutamakan barang mewah ketimbang kebutuhan mendasar masyarakat. “Apakah lebih penting membeli fasilitas mahal daripada memperbaiki jalan rusak, menyediakan lapangan kerja, atau menstabilkan harga bahan pokok?” ujar warga lainnya.
Kritik ini mencerminkan kekecewaan mendalam terhadap kepemimpinan yang dianggap tidak pro rakyat. Sementara sawah kembali digarap rakyat dengan keringat dan harapan, Pemkab justru menghamburkan uang pada investasi yang tak jelas manfaatnya bagi kesejahteraan bersama., {syah}







____________________________________________
