Labuan Bajo, tipikorinvestigasinews.id – Kawasan wisata Mawatu Labuan Bajo kini menjelma menjadi salah satu ikon hiburan malam terbaru di destinasi super prioritas Indonesia. Setiap malam, kawasan yang terletak di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini dipadati ribuan pengunjung yang menikmati suasana pantai dan hiburan musik terbuka.
Mulai pukul 19.00 hingga 22.00 WITA, panggung Mawatu menghadirkan penampilan musik dari band-band lokal, dilanjutkan dengan aksi para DJ hingga larut malam. Konsepnya yang terbuka dan tanpa tiket masuk menjadikan Mawatu cepat populer di kalangan warga lokal maupun wisatawan mancanegara.
Sejak resmi dibuka pada 3 Oktober 2025, Mawatu sempat mengalami masa sepi pengunjung. Namun dalam beberapa pekan terakhir, kawasan ini selalu ramai, seiring meningkatnya antusiasme masyarakat dan pertumbuhan aktivitas ekonomi para pelaku UMKM lokal.
“Awal buka dulu pengunjungnya masih sedikit, tapi sekarang setiap malam semakin ramai. Penjual UMKM juga makin banyak dan pembelinya meningkat,” ujar Viani Petlin, PIC Event Mawatu Labuan Bajo, saat ditemui di lokasi, Sabtu (1/11/2025) malam.
Setiap akhir pekan, Mawatu rutin menggelar hiburan gratis berupa pertunjukan musik, DJ, dan beragam kegiatan komunitas seperti atraksi caci, zumba, yoga, dan lari bersama. Selain itu, terdapat sekitar 40 tenan UMKM yang berjualan di area Mawatu, menawarkan kuliner khas dan produk kerajinan lokal.
“Respon masyarakat luar biasa. Tempat ini selalu ramai karena terbuka untuk umum, tanpa tiket masuk dan tanpa biaya parkir,” tambah Viani.
Tak hanya sebagai tempat hiburan, Mawatu juga berfungsi sebagai ruang ekspresi komunitas lokal. Fasilitas amfiteater terbuka dapat digunakan secara gratis oleh kelompok masyarakat untuk menampilkan kegiatan seni, budaya, atau olahraga.
“Kami ingin Mawatu menjadi ruang terbuka bagi semua kalangan. Komunitas apa pun boleh tampil dan berkreasi di sini,” jelas Viani.
Sementara itu, Estate Manager Mawatu, Boby Tobing, menegaskan bahwa konsep Mawatu bukan sekadar menghadirkan hiburan malam, tetapi juga mengangkat potensi lokal agar tampil di panggung berkelas dunia.
“Mawatu membawa hiburan berstandar internasional, tapi dibawakan oleh orang-orang lokal. Ini hiburan kelas dunia, karya anak Labuan Bajo,” ujar Boby.
“Labuan Bajo haus hiburan. Melalui Mawatu, kami ingin menjawab kebutuhan itu sekaligus menciptakan kawasan yang inklusif, bisa dinikmati semua kalangan,” lanjutnya.
Bagi warga, kehadiran Mawatu menjadi alternatif rekreasi baru setelah seharian beraktivitas. “Tempatnya nyaman, musiknya seru, pemandangannya indah. Bisa refreshing sambil menikmati suasana laut,” kata Ecak, salah satu pengunjung.
Dengan konsep yang memadukan musik, kuliner, komunitas, dan panorama alam terbuka, Mawatu kini menjadi magnet wisata malam di Labuan Bajo, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai ikon hiburan baru di kawasan pariwisata unggulan Indonesia timur.
Petrus:







____________________________________________
