Tikela, Minahasa, Tipikorinvestigasinews.id โ Setelah sebelumnya dikeluhkan warga, pekerjaan Dana Desa tahap satu di Desa Tikela akhirnya dimulai. Proyek pengecoran rabat beton di Jaga II telah berjalan pada Rabu (10/7), menandai respon atas protes warga Jaga I yang khawatir dengan dampak kesehatan akibat aliran sungai tersumbat.
Menurut Kuntua Desa Tikela, Tommy Koraag, keterlambatan proyek bukan karena kelalaian, melainkan terhambatnya pencairan Kasda (Kas Desa) yang sempat terkendala prosedur administratif. “Kami telah berkoordinasi intens dengan pemerintah kabupaten untuk mempercepat prosesnya. Puji Tuhan, dana tahap satu kini cair dan pekerjaan bisa segera dimulai,” tegasnya.
Koraag menegaskan komitmennya menuntaskan seluruh proyek sesuai jadwal. Ia menyatakan bahwa prioritas utama adalah menyelesaikan pembangunan rabat beton di Jaga II terlebih dahulu sebelum beralih ke pembersihan aliran sungai di Jaga I yang menjadi sorotan warga. “Semua tahapan telah terjadwal rapi. Kami pastikan dana desa digunakan tepat sasaran,” tambahnya.
Kuntua Tommy juga meminta pemahaman warga, menekankan bahwa dinamika administrasi keuangan desa kadang memerlukan penyesuaian waktu. “Pemerintah desa tidak pernah mengabaikan aspirasi masyarakat. Keterlambatan ini murni faktor teknis yang sedang kami antisipasi,” ujarnya, seraya menjanjikan pemantauan ketat terhadap kualitas pekerjaan.
Di sisi lain, warga Jaga I mengaku lega melihat proyek mulai berjalan, meski tetap waswas dengan kondisi sungai yang belum tertangani. “Kami khawatir genangan air masih berpotensi picu DBD. Harapannya, setelah Jaga II, pembersihan sungai segera dilakukan,” ungkap seorang warga yang sebelumnya protes.
Mereka berharap momentum ini menjadi titik balik transparansi pengelolaan dana desa. “Semoga tidak ada lagi penundaan. Kesehatan warga tidak bisa ditawar,” pungkasnya, mengapresiasi langkah percepatan proyek namun tetap mengingatkan agar jadwal pembersihan sungai tak kembali molor.(Welly Mamonto)







____________________________________________