Aceh Singkil | Tipikorinvestigasinews.id ~ Harapan warga kecamatan kuala baru, akan pemerataan pembangunan infrastruktur. Dimana proyek pengerjaan jalan Kilangan-Kayu Menang senilai Rp 18 Miliar yang sedang berjalan, ternyata lebih mendominasi wilayah Kecamatan Singkil.
Sedangkan Desa Kayu Menang di Kecamatan Kuala Baru ini, hanya mendapatkan jatah pembangunan jalan sepanjang 300 meter.
Camat Kuala Baru, Mansurdin SE dikonfirmasi wartawan Rabu, 1 Oktober 2025, mengatakan tidak menampik bahwa wilayahnya hanya “menerima manfaat” yang terbatas dari proyek besar ini.
“Kami sangat berharap kepada pemerintah, agar pembangunan jalan ini dapat dilanjutkan dan diperluas cakupannya hingga ke daerah kami,” harapnya.
Selain persoalan jalan, Mansurdin juga menyampaikan permohonan mendesak kepada Pemerintah Provinsi untuk segera merealisasikan pembangunan kembali jembatan yang putus menghubungkan Kuala Baru dengan Bulohsema. karena jembatan ini, merupakan urat nadi transportasi vital bagi masyarakat setempat, yang telah lama dinantikan perbaikannya.
“Pembangunan jembatan Kuala Baru-Bulohsema seharusnya dapat sejalan dengan alokasi sumber dana dari provinsi yang telah direncanakan, serta dukungan dari Kementerian Umum,” tegas Mansurdin. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat untuk mengatasi masalah infrastruktur yang mendesak di wilayahnya.
Minimnya alokasi pembangunan jalan serta terlantarnya jembatan penghubung vital ini menimbulkan pertanyaan besar tentang prioritas pembangunan di Aceh Singkil.
Masyarakat Kuala Baru kini menanti jawaban dan tindakan nyata dari pemerintah agar pemerataan pembangunan benar-benar terwujud, demi peningkatan kualitas hidup dan mobilitas warga.{*}
[Khalikul Sakda]







____________________________________________
