Mamasa , ” 13 juli 2025 Tipikorinvestigasinews.id- korban bernama Nurdin berdomisili di kelurahan Tabone kecamatan Sumarorong yang menyerukan kekecewaannya dengan insiden yang terjadi, tanaman kopinya 21 pohon dengan tanaman Langsat 1 pohon miliknya di temukan tercabut dalam kondisi kering mati . Insiden ini di duga dilakukan oleh seseorang berinisial M. Seorang oknum honorer dengan kapasitas sebagai guru di SMPN 4 Sumarorong , yang juga di ketahui memiliki taman kanak-kanak (TK) di Kel. Tabone dan akrap di sapa Mama Es
Menurut keterangan Nurdin kepada media ,
tindakan pencabutan tanaman kopi ini , di duga keras mama Essa terhasut dengan propokasi oleh seseorang berinisial N. Akrap disapa Nasar untuk melakukan pencabutan . Sebagai bukti menurut Nurdin waktu masi Nurdin dengan mama Essa masala lahan di kerja dan di tanami kopi mama Essa menghentikan pekerjaan tersebut saat itu aman-aman saja .
Dengan Nurdin mengerjakan lokasi tersebut karna tidak ada tanda yang nampak di lokasi menunjukkan lahan tersebut ada pemiliknya namun belakangan mama Essa mendatanginya mengklaim lahan tersebut adalah miliknya
Dengan mama Essa mengatakan lahan tersebut adalah miliknya Nurdin langsung hentikan pekerjaan dan bertanya seperti apa keterangan mama Essa mengatakan lahan ini miliknya dan bukti kepemilikannya tanya Nurdin ,,,!
Mama Essa kemudian menceritakan bahwa lahan tersebut di beli oleh almarhum suami saya dari seorang bernama Accong pada tahun 2009 yang lalu seharga Rp 10 juta dan lahan ini saya sudah sertipikatkan juga Nurdin mengaku menerima penjelasan tersebut dengan baik dan menyampaikan permintaan maaf karna tidak mengetahui istatus lahan . Bahkan , itikat baik Nurdin berjanji akan memindahkan tanaman kopinya . Dan kesepakatan damaipun tercapai saat itu .
Namun sebelum sempat melakukan pemindahan , Nurdin mengalami musibah keluarganya meninggal di Desa Sepakuan kec. Balla dan harus kesana , setelah kembali iya kaget mendapatkan tanaman kopinya telah di cabut dan di biarkan kering mati di lokasi . Nurdin mengaku bertemu dengan mama Essa di sekitar lokasi namun tidak ada pemberitahuan dari pihak tersebut bahwa tanaman kopinya telah di cabut .
Saya sangat kecewa , ini bukan sekedar tanama kopi , ini soal harga diri . Kami sudah berdamai saya sudah berjanji memindahkan tapi tanaman saya di perlakukan seperti sampa ini perbuatan biadap yang tidak bisa saya diamkan , ” tegas Nurdin dengan nada emosional .
Nurdin juga menjelaskan bahwa kopi yang iya tanam adalah jenis rebusta Lampung Varietas langka yang sulit di temukan di bandingkan rebusta biasa , tanaman tersebut merupakan hasil jeripayahnya selama ini dan memiliki nilai ekonomi sekaligus nilai sentimental yang tinggi .
Dengan insiden ini Nurdin meminta pertanggung jawaban dari pihak mama’ Essa . Iya juga menyerukan agar tindakan sepihak seperti ini tidak terulang lagi dan menghormati proses penyelesaian secara damai yang sudah perna di capai .
Saya tidak langsung lapor ke aparat penega hukum saat itu karna saya pikir biar berbuat solusi yang lain tanpa melangka ke pihak penega’ hukum tapi saya liat situasi akhir- akhir ini ternyata pihaknya mama Essa terus mengembangkan situasi yang tidak menyenangkan , terus melakukan intimidasi terhadap saya maka saya harus tempu jalur hukum untuk mencari keadilan ,” tutur Nurdin .
Kasus ini menjadi pertanyaan publik khususnya di Mamasa karna seorang oknum honorer kapasitas seorang guru di sekolah yang sebenarnya diala yang harus memberi conto baik di sekolah maupun di masyarakat umum kenapa justru dia yang berbuat tidak manusiawi brutal persoalan lahan denga pengrusakan tanaman produktif .
Pewarta media tipikor kaperwil sul-bar Ansar.







____________________________________________