Payakumbuh,Sumbar,tipikorinvestigasinews.id-19 Febuari 2026.
Serangkaian arahan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta mengenai peningkatan pelayanan masyarakat dan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam bulan suci Ramadan 1447 Hijriah mendapat tanggapan tajam dari tokoh masyarakat kota Payakumbuh,Om Sai.
Ia mengakui substansi pesan yang disampaikan sebagai langkah positif, namun menegaskan bahwa sejarah tindakan pemblokiran nomor kontak wartawan oleh pihak Wali Kota.Perlu menjadi catatan penting terkait konsistensi antara,deklarasi kebijakan dan implementasinya di lapangan.
Isi arahan Wali Kota tentang pentingnya pelayanan prima, integritas kerja, dan citra pemerintah yang baik memang selaras dengan harapan kita semua. Namun kita tidak bisa mengabaikan fakta bahwa sebelumnya pernah terjadi kasus dimana wartawan yang ingin mendapatkan informasi resmi dari Pemko justru mengalami pemblokiran akses komunikasi.
Ini menjadi pertanyaan mendasar: bagaimana bisa kita membicarakan transparansi dan pelayanan publik.Jika jalur informasi kepada pihak yang bertugas menyampaikannya kepada masyarakat justru dibatasi?, ucap Om Sai. Saat ditemui usai rakor pejabat Pemko Payakumbuh yang digelar di Aula Josrizal Zein, Balai Kota, Kamis siang 19 Febuari 2026.
Dalam rakor yang diikuti Wakil Wali Kota Elzadaswarman,Sekretaris Daerah Rida Ananda, serta seluruh jajaran pimpinan OPD,Camat,Lurah, dan kepala fasilitas kesehatan se-Kota Payakumbuh.Wali Kota Zulmaeta menyampaikan beberapa poin krusial. Di antaranya, peningkatan kualitas pelayanan selama Ramadan sebagai bentuk refleksi spiritual. Pemeliharaan kedisiplinan, loyalitas, dan etos kerja ASN.Serta pentingnya etika bermedia sosial agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap Pemerintah.
Selain itu ia juga menekankan gerakan kebersihan lingkungan melalui kegiatan gotong royong rutin.Sebagai dukungan terhadap Gerakan Nasional Indonesia Asri dan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026.Serta komitmen melakukan evaluasi kinerja berkala hingga,penataan organisasi jika diperlukan.
“Jabatan bukan untuk diminta, tetapi diraih melalui prestasi, loyalitas, dan profesionalitas,”ujar Wali Kota Zulmaeta dalam arahannya,seperti yang disampaikan dalam rilis resmi Pemko.
Namun menurut Om Sai, akses informasi yang lancar dan terjamin bagi wartawan. Adalah komponen esensial dari pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang baik. Menurut nya dunia pers berperan sebagai jembatan antara Pemerintah dan masyarakat,dalam menyampaikan informasi akurat, objektif dan tepat waktu.
“Wartawan bukanlah pihak yang perlu dihindari atau dibatasi aksesnya. Jika ada perbedaan pandangan atau kendala dalam komunikasi, solusinya adalah melalui dialog terbuka dan konstruktif. Bukan dengan cara yang menghalangi akses informasi. Ini menjadi penting terutama di masa Ramadan,di mana masyarakat semakin memperhatikan setiap langkah dan kebijakan Pemerintah,” jelasnya.
Tokoh masyarakat tersebut mengajak Pemko Payakumbuh untuk menjadikan momentum rakor tersebut sebagai. Kesempatan untuk memperbaiki dan memperkuat hubungan dengan institusi pers, sekaligus meningkatkan sistem akses informasi publik yang lebih terbuka dan responsif.
“Kita mengharapkan bahwa arahan yang disampaikan tidak hanya sebatas pidato resmi, tetapi benar-benar terwujud.Dalam setiap praktik kerja dan interaksi pemerintah dengan berbagai pihak, termasuk dunia pers.Hanya dengan konsistensi antara ucapan dan tindakan, kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintahan bisa terus terbangun dan diperkuat,” pungkas Om Sai.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Zulmaeta juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Komunikasi dan Informatika.Khususnya Bidang Kehumasan atas respons cepat dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,pungkas nya.( Mahwel ).







____________________________________________
