Prioritaskan Usia Lanjut, Tes Kesehatan Calon Haji Lamongan Fokus Deteksi Penyakit Kritis

LAMONGAN ,tipikorinvestigasinews.id -.Pemeriksaan kesehatan bagi calon jemaah haji (CJH) di Lamongan terus digencarkan, dengan fokus utama diarahkan pada kelompok usia lanjut yang mendominasi jumlah pendaftar tahun ini, seperti terlihat di Puskesmas Deket, Kamis (13/11/2025).

Proses screening kesehatan menyeluruh ini wajib dilakukan untuk menentukan status Istitha’ah Kesehatan kemampuan fisik dan mental, sebelum CJH diizinkan untuk melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).

Pemeriksaan yang berlangsung secara komprehensif ini dilakukan bertahap dan mencakup berbagai aspek medis.

Perwakilan Puskesmas Deket, Muhammad Nukun, menjelaskan tahapan pemeriksaan yang dilaksanakan diantaranya pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium (tes darah), pemeriksaan EKG (Elektrokardiogram), pemeriksaan Rontgen, pemeriksaan Jiwa.

“Pemeriksaan hari ini, insyaallah secara keseluruhan dilakukan untuk calon jemaah haji ini. Yang pertama mulai dari pemeriksaan fisik, setelah dilakukan pemeriksaan fisik akan dilakukan pemeriksaan laboratorium, jadi pemeriksaan darah, setelah itu dilakukan dengan pemeriksaan EKG dan juga pemeriksaan rontgen, dan yang tidak kalah menariknya yaitu dilakukan pemeriksaan jiwa,” jelas Muhammad Nukun.

Dalam proses pemeriksaan yang dilakukan, Muhammad Nukun menyebutkan bahwa sebagian besar CJH yang menjalani tes adalah dari kalangan usia lanjut. Pihaknya memandang hal ini sebagai prioritas dalam upaya pemerintah untuk memastikan kesiapan fisik jemaah yang rentan.

Hingga saat ini, proses pemeriksaan terus berjalan dengan estimasi sekitar 80 jemaah per hari. Muhammad Nukun bersyukur bahwa sejauh ini belum ditemukan kasus yang dapat membatalkan keberangkatan jemaah.

Meskipun demikian, ada beberapa kondisi penyakit yang secara baku telah diatur dan dapat menyebabkan status istitha’ah kesehatan seorang CJH gugur atau dibatalkan. Pembatalan ini dilakukan demi keselamatan ganda, yaitu untuk keselamatan penderita sendiri (misalnya jika masih dalam masa pengobatan) dan juga untuk mencegah penularan penyakit di Tanah Suci.

Penyakit yang berpotensi membatalkan keberangkatan antara lain kanker stadium lanjut, tuberkulosis (TBC).

“Kalau di dalam aturan yang sudah baku, kemungkinan ada beberapa penyakit yang tidak diperbolehkan,” ujar Muhammad Nukun.

“Di antaranya kanker yang stadium lanjut, TBC, nah itu di antaranya,” tambahnya.

Nukun juga menegaskan bahwa prosedur awal jika ditemukan temuan penyakit yang membutuhkan penanganan lebih lanjut adalah melakukan rujukan terlebih dahulu, bukan langsung pembatalan.

“Jadi kalau ada beberapa, istilahnya, dari pemeriksaan tersebut yang membutuhkan pemeriksaan lanjut, kita nanti akan, apa istilahnya, melakukan rujukan. Jadi kita melakukan rujukan dulu. Tidak kita bisa membatalkan begitu,” tutupnya.(Suli)

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
─────────────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *