Aceh Singkil | tipikorinvestigasinews.id ~ Kerja keras dan dedikasi tinggi ditunjukkan oleh tim gabungan di Kabupaten Aceh Singkil. Setelah berjuang melawan kobaran api selama 72 jam nonstop, personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan Pemadam Kebakaran (Damkar) akhirnya berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda perkebunan kelapa sawit milik PT Nafasindo pada Kamis (26/02).
Kronologi dan Dampak Kebakaran
Insiden bermula pada 24 Februari di wilayah Divisi 2, Blok 50/51, Kecamatan Singkil. Titik api pertama kali ditemukan menyusul laporan dari Kepala Desa setempat, Yusbardin, yang melihat kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi.
Lokasi kebakaran yang sangat dekat dengan pemukiman warga Desa Pemuka dan Desa Suka Damai sempat memicu kekhawatiran besar. Berdasarkan data terkini, sekitar 15:30 hektare lahan sawit hangus terbakar. Cuaca panas ekstrem dan angin kencang menjadi tantangan utama yang membuat api cepat merambat.
Aksi Heroik di Lapangan
Operasi pemadaman ini melibatkan kekuatan penuh dari berbagai unsur:
Polsek Singkil:* 8 Personel
Koramil 0109-02/Singkil: 5 Personel
Sedangkan BPBD Aceh Singkil: 19 Personel
Relawan & Warga: Bahu-membahu melakukan pemadaman manual sebelum alat tiba.
Sinergi lintas instansi ini terbukti efektif dalam mengepung titik api dari berbagai arah, mencegah lidah api merangsek masuk ke area perumahan warga.
Peringatan Keras Pihak Kepolisian
Kapolres Aceh Singkil AKBP Joko Triyono SIK. MH, melalui Kapolsek Singkil, Iptu Akhirullah, didampingi Wakapolsek Ipda Sutrisno, memberikan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat dan pihak korporasi.
“Kami tidak akan mentoleransi aktivitas pembakaran lahan dengan alasan apa pun. Di musim kemarau ekstrem ini, percikan kecil bisa menjadi bencana besar. Kami meminta kerja sama warga untuk tidak memicu unggunan api sekecil apa pun di area perkebunan,” tegasnya.
Langkah Pasca-Kejadian (Mopping Up)
Meskipun api utama telah padam, tim gabungan tidak langsung meninggalkan lokasi. Saat ini petugas tengah melakukan proses mopping up. atau pendinginan total. Mengingat lahan yang terbakar adalah lahan gambut, pengawasan ketat dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api tersembunyi di bawah permukaan tanah yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Pihak berwenang juga tengah berkoordinasi dengan manajemen PT Nafasindo untuk memperkuat sistem deteksi dini (Early Warning System) agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.{*}
Pewarta: Khalikul Sakda







____________________________________________
