SINGKIL—Tipikorinvestigasinews.id– – Proyek pembangunan jembatan di Jalan Lintas Pulo Sarok, Kecamatan Singkil, menyisakan masalah yang seharusnya tidak terjadi jika perencanaan dilakukan dengan matang. Talut yang sebelumnya dibongkar untuk mengalihkan aliran air, hingga kini belum dibangun kembali sepenuhnya. Hanya satu sisi yang diperbaiki, sementara sisi lainnya dibiarkan begitu saja tanpa perlindungan.
Akibatnya, badan jalan yang hanya ditimbun seadanya mulai mengalami longsor dan tergerus air. Dengan panjang talut yang hilang sekitar 7 hingga 10 meter, kondisi ini jelas mengancam ketahanan infrastruktur jalan dan keselamatan pengguna jalan.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kepala Dinas PUPR Aceh Singkil, Erwin, Rabu (12/2/25), memberikan jawaban yang terkesan menggantung.
“Waalaikumussalam Sahdun, insya Allah, tunggu pengesahan DPA, talut akan dibangun kembali secepatnya,” ujarnya.
Jawaban ini tentu saja jauh dari kata memuaskan. Masyarakat mempertanyakan kenapa talut yang dibongkar tidak langsung dibangun kembali, mengingat fungsinya sangat vital dalam menjaga kekuatan badan jalan. Apakah proyek ini memang sejak awal tidak direncanakan dengan baik? Atau ada faktor lain yang membuat pekerjaan ini terkesan setengah hati?
Warga sekitar berharap pemerintah tidak sekadar melempar janji, tetapi segera bertindak sebelum kerusakan semakin parah dan akhirnya menghambat akses transportasi di kawasan tersebut. Jangan sampai perbaikan yang seharusnya bisa dicegah sejak awal justru menjadi bencana yang lebih besar di kemudian hari. (syah)






____________________________________________