Tanggul Kali Jebol dan Longsor, Akses ke Matemega Sumbawa Semakin Sulit


Sumbawa tipikorinvestigasinews.id –  Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan longsor dan tanggul Kali Terupa jebol di Dusun Matemega, Desa Marente, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Akibatnya, dusun terisolasi ini semakin sulit diakses karena air kali menggenangi badan jalan sehingga membentuk kubangan besar seperti sungai yang mengalir. Kepala Desa Marente, Khaeruddin membenarkan hal tersebut.

Benar. Terjadi longsor karena intensitas hujan tinggi membuat tanggul Kali Terupa jebol dan meluap ke jalan.
Jalan yang belum beraspal ini semakin sulit dilalui karena luapan air kali.

“Warga kesulitan untuk melewati jalan rusak dengan arus kali yang meluap ke badan jalan tersebut,” ujarnya. Sampai sekarang, infrastruktur jalan yang memadai di wilayah Dusun Matemega belum terwujud. “Karena akses jalan ke dusun kami rusak dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat, apalagi ambulans. Ini sudah puluhan tahun terjadi.

Warga hanya bisa melewati jalan licin berbatu itu dengan berjalan kaki atau menggunakan motor trail. Sementara itu, untuk penanganan darurat tanggul kali yang jebol hingga meluap ke badan Jalan Dusun Matemega, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa hari ini, dan jebolnya tanggul kali Terupa yang menghubungkan Dusun Matemega ke wilayah pusat Desa Marente ini membutuhkan penanganan segera.

Demikian disampaikan Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbawa, Rusdianto, saat dikonfirmasi Selasa. Ia mengatakan, dampak longsor dan tanggul kali jebol di Dusun Matemega sudah dilakukan asesmen. Besok akan diputuskan saat rapat bersama Kalak BPBD untuk penanganan darurat tanggul yang jebol di kali Terupa pada ruas jalan Dusun Matemega menuju Desa Marente.

Jalan Marente-Matemega, yang belum beraspal memiliki panjang total 12 kilometer, terdiri dari dua ruas. Ruas pertama adalah Marente-Terupa sepanjang 2,9 kilometer dan ruas kedua adalah Terupa-Matemega sepanjang 9,7 kilometer.

Warga biasanya melewati jalan rusak ini dengan berjalan kaki. Jika membawa orang sakit, ibu hamil yang hendak melahirkan, atau jenazah, warga akan berjalan kaki menggotong tandu sejauh 11 kilometer masuk wilayah hutan lindung.


(Tim RED Tipikor Investigasi News.id NTB)

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
─────────────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *