Tangerang,tipikorinvestigasinews.id –Ratusan guru, kepala sekolah, dan pendidik yang dulu menjadi bagian dari sistem pendidikan di Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta kini hanya tersisa segelintir yang hadir dalam acara temu kangen satu angkatan. Acara yang digelar di Tanggerang pada 23 Februari 2025 ini menjadi momen haru, di mana mereka mengenang masa-masa kejayaan profesi guru yang kini dirasa semakin terpinggirkan.

Sebagaimana syair lagu Iwan Fals, “Satu persatu sahabat pergi dan takkan pernah kembali”, para peserta yang hadir merasakan betul kehilangan rekan-rekan mereka yang telah mendahului. Di masa lalu, guru memiliki kedudukan yang sangat dihormati, bahkan lebih tinggi dari seorang raja. Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan pengaruh budaya asing, martabat guru yang dahulu diagungkan kini mulai luntur.
Guru yang dulu disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, serta sosok yang harus di gugu dan ditiru, kini tinggal kenangan dalam sejarah. Ironisnya, di era modern ini, berbagai tindakan guru dalam mendidik siswa justru sering berujung pada kriminalisasi. Bukan hanya kehilangan wibawa, tetapi juga menghadapi berbagai tekanan yang menghambat mereka dalam menjalankan tugas mulia mencerdaskan anak bangsa.

Acara temu kangen ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa tanpa guru, kita bukanlah siapa-siapa dan tidak bisa apa-apa. Semoga pengabdian mereka tetap dikenang dan dihargai dalam hati kita semua, agar perjuangan mereka dalam mencerdaskan kehidupan bangsa tidak hanya menjadi sejarah yang terlupakan.
Media Online Nasional
tipikorinvestigasi.news
Jurnalis investigasi Nasional
KHabib Novel






____________________________________________
