Terjadi Pergeseran Tanah di Sungai Lembang, Pemkot Samarinda Bakal Tertibkan Rumah yang Terdampak

MEDIA NASIONAL
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
||>>> BERITA TERUPDATE >>
TEGAS,JUJUR,&,BERINTEGRITAS
<> Tampilan Layar Unggulan Post Berita Terupdate <>
───────────────────────────────────

Samarinda, tipikorinvestigasinews.id – Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Samarinda, Rusmadi Wongso beserta jajaran turun meninjau langsung pergerakan tanah di Sungai Lembang, Jalan KH. Mas Mansyur, Selasa (22/10/2024).

Pihaknya ingin memastikan langkah apa yang bisa dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk menangani kondisi tersebut, termasuk memerhatikan warga terdampak akibat insiden tak terduga ini.

Sebagaimana diketahui, pergeseran tanah itu telah menutup aliran air sungai hingga merusak tiga rumah warga di RT 25.

Bacaan Lainnya

Rusmadi Wongso mengatakan bahwa pihaknya kurang paham fenomena apa yang tengah terjadi.

Namun, wali kota antar waktu itu menegaskan, bangunan yang rusak menyalahi tata ruang sebab masuk dalam badan sungai.

Oleh sebab itu, mereka masih akan memastikan kelengkapan surat-surat warga terdampak tersebut.

“Ini bisa sebagai bagian dari upaya kita dalam rangka penataan sungai. Terutama kaitannya dengan penanganan banjir,” ujar Rusmadi Wongso di lokasi kejadian siang tadi.

Kendati demikian, pihaknya mendari insiden ini merupakan musibah yang tidak diinginkan.

Oleh sebab itu, Pemkot Samarinda akan memberikan bantuan untuk meringankan beban penghuni terdampak.

“Kita catat tadi ada empat keluarga yang terdampak,” sebutnya.

“Saat ini fokus pembersihan karena ini mengganggu aliran dari anak sungai. Jadi kita selamatkan dulu agar sungai tetap berfungsi dan tidak terjadi banjir di hulunya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua RT 25 Rumansi memastikan ada 4 KK dengan 19 jiwa terdampak insiden yang terjadi Senin (22/10/2024) petang ini.

“Kami sudah lama tinggal di pinggir sungai. Kejadian ini baru pertama kali dan tadi malam penghuni terdampak langsung mengungsi ke tempat keluarga mereka,” jelas Rumansi.

Terkait rencana pembersihan rumah-rumah di badan sungai dijelaskannya bahwa rencana tersebut sudah lama digaungkan PUPR.

Bahkan, mereka sudah beberapa kali duduk bersama guna membahas permasalahan tersebut.

“Warga bahkan sudah siapkan surat-surat kalau diminta,” bebernya.

Ia mengatakan bahwa masyarakat siap untuk ditertibkan dengan catatan pemerintah harus adil.

“Jangan masyarakat saja yang digusur. Perusahaannya juga. Jadi kiri 10 meter, kanan 10 meter. Jadi jangan warga kena perusahaan tidak,” tegasnya.

Apalagi, jelasnya, pihak BPBD Samarinda telah mengonfirmasi bahwa penyebab pergerakan tanah karena material dari perusahaan yang menyebabkan amblas.

“Jadi, tanahnya naik tiga meter. Ternyata memang ada penurunan tanah, karena ada tekanan dari atas yang disebabkan penumpukan koral. Tekanan itu akhirnya mencari tanah lunak dan lari ke sungai dan terangkatlah lumpur dari dasar,” jelasnya.

Meski terdampak, namun warga tidak meradang sebab pihak perusahaan telah bertanggungjawab dengan melakukan pengerukan pada tanah yang menutup aliran sungai.
“Harapan kita diselesaikan dengan baik, perusahaan jalan, kita juga bisa beraktivitas dengan tenang,” pungkas Rumansi. (Tim Kaltim)

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *