BREAKING NEWS
SBD ,tipikorinvestigasinews.id – Untuk menggakomodir permintaan Masyarakat Loura dalam hal pengolahan lahan tidur seluas 400 hektar di dusun lll Kaghona, desa Bondo Boghila, Kecamatan Loura, Kabupaten SBD. Gubernur NTT, menurunkan Tim BWS Dinas PUPR Propinsi NTT untuk mendekteksi Air sungai pada hari rabu(14 /05/25).
Menurut Gunter (14/05/25), Respon Pak Gubernur NTT patut diacungi jempol sebab dalam 100 hari kerjanya beliau menjawab keinginan rakyatnya. Dan Patut diketahui bahwa Belum lama ini perutusan masyarakat Loura, SBD beraundiens dengan Gubernur NTT. Dalam berdiskusi dengan Gubernur NTT, Ketua Umum Forum Guru NTT, Jusuf Koehoea,Direktur Cabang PT. All qurny Bagas Pratama NTT, John Killa, dan Kristina Bili, Ketua DPC GRIB Jaya SBD, membahas tentang SBD yang akan berkontribusi untuk berswasembada pangan di Propinsi NTT. Juga dalam berdiskusi tersebut berkembang gagasan baru. Ide/gagasan itu adalah tentang Pertanian, Peternakan dan Perikanan masuk Sekolah(P3MS), sebut Gunter.

Sekdes Desa Bondo Boghila, Markus (14/05/25). Mengucapkan terima Kasih Kepada Gubernur NTT yang menjawab akan kehausan mereka tentang ketiadaan Alsintan yaitu Traktor besar untuk menggarap lahan lahan tidur yang ada di desa Bondo Boghila. Kata Sekdes, Kendala utama Poktan di Desa Bondo Boghila adalah ketiadaan alsintan, Pupuk, Benih Jagung, Padi, benih holtikultura dan Air. Syukur pada hari ini rabu 14/05/25, terjawab semua kerinduan Kami!dimana bapak Gubernur akan membantu 3 unit traktor besar yakni roda empat(4)untuk membongkar lahan tidur seluas 400 ha, benih jagung, padi, pupuk, benih holtikultura serta pemboran Sumur. Lantas Hari ini terjawab!tim Badan Wilayah Sungai(BWS) PUPR NTT turun dekteksi air Sungai di desa Kami, ucap Markus.
Sisipan Layar VIDIO
Kace salah satu tim BWS dinas PUPR Propinsi NTT mengatakan kepada media ini, 14/05/25, bahwa di pulau Sumba ada tujuh (7) titik yang disurvei oleh BWS Propinsi NTT. Tiga (3) titik berada di Kabupaten Sumba Timur, dua titik (2) di Kabupaten Sumba Tengah dan dua titik(2) berada di Kabupaten Sumba Barat Daya. Lanjut Kace untuk Kabupaten SBD titik pertama di kecamatan Wewewa Tengah, desa Wee kokora dan titik ke dua di desa Bondo Boghila, Kecamatan Loura. Dalam pendekteksian ini, Badan Wilayah Sungai menggunakan alat yang namanya geolistrik. Dengan geolistrik ini kita dapat mengetahui apakah ada air sungai atau tidak. Dan dipastikan dengan titik koordinat yang tepat geolistrik ini juga dapat mendekteksi debit air perdetik. Lima 5 liter air per detik dapat melayani luas lahan 10 hektar. Maka mustahil lahan seluas 400 hakter hanya satu atau dua titik saja Pemboran sumur, ujar Kace.
Klemens (14/05/25) yang memimpin tim BWS dari kupang NTT mengatakan, ia meminta kepada Pemerintah Desa untuk melampirkan nama-nama kelompok tani serta surat dari Gubernur NTT sebagai laporan kami ke pusat. Kami sudah lihat lahan tidur yang sangat luas. Tapi kami butuh surat dari Gubernur NTT yang menguatkan sehingga 16 poktan yang mengolah lahan 400 hektar akan dibantu oleh Pemerintah pusat. Juga kami minta pemilik lahan untuk menandatangani surat penyerahan tanah diatas materai 10.000, sebagai bahan kekuatan hukum sehingga dikemudian hari tidak berlawanan dengan hukum, tandas Klemens. @ Joseph Kalumbang#.







____________________________________________
