Dusun pampang | tipikorinvestigasinews.id – Desa Sidas – Tradisi Roah, ungkapan syukur kepada Jubata/Tuhan atas hasil panen yang melimpah, kembali digelar di Dusun Pampang, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, kegiatan ini selalu dilaksanakan setiap tanggal 17 Maret setiap tahun.
Perayaan tahun ini terasa lebih istimewa karena banyak warga dari luar daerah yang datang untuk menyaksikan langsung keunikan budaya setempat.
Sebelum acara puncak Roah, pada 15 Maret telah dilaksanakan ritual Bapadah/Baremah di tempat sakral yang disebut Pasugu/Panyugu.
Ritual ini dipimpin oleh Imam Kampung dan dihadiri oleh pengurus adat, tokoh masyarakat, serta Pak Tani—istilah warga setempat untuk orang yang memahami waktu terbaik untuk berladang. Roah baru bisa dilaksanakan setelah ritual ini dilakukan.
Pada hari pelaksanaan, warga yang masih aktif berladang wajib melaksanakan ritual Baremah sebelum acara makan bersama di rumah masing-masing.
Ritual ini dipimpin oleh seorang Panyangahan. Setelah itu, masyarakat berkumpul untuk menikmati hiburan Jonggan, sebuah tarian dan nyanyian khas Dayak Kanayatn yang semakin menyemarakkan suasana.
Ketua panitia Roah, Viktor, mengungkapkan rasa bangganya atas terselenggaranya acara ini. “Sebagai kaum muda, kami bangga bisa melaksanakan adat budaya ini meski dengan keterbatasan yang ada.
Semoga ke depannya kegiatan ini dapat dikemas lebih rapi dan baik. Kami berharap ada perhatian dari Pemerintah Desa, Kecamatan, Pemerintah Kabupaten, serta DAD Kecamatan dan Kabupaten.
Jika dikelola dengan baik, Roah bisa menjadi wisata adat budaya yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara,” ujarnya.
Salah satu pengunjung, Naro, wisatawan dari Kabupaten Sanggau, mengaku terkesan dengan perayaan ini. “Ini pertama kali saya menghadiri Roah, dan saya kagum melihat antusiasme masyarakat serta banyaknya pengunjung dari luar. Yang lebih hebat lagi, panitia yang mengemas rangkaian ini adalah kaum muda semua.
Jarang ada anak muda yang punya pemikiran seperti mereka dalam melestarikan adat budaya. Jika ada kesempatan, saya pasti akan datang lagi tahun depan,” katanya.
Saat wawancara, Viktor menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Roah.
“Atas nama panitia, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur, seluruh masyarakat Pampang dan sekitarnya, serta wisatawan yang telah berpartisipasi dan menjaga keamanan selama acara berlangsung,” tutupnya.
Dengan semakin banyaknya wisatawan yang tertarik pada tradisi Roah, harapan besar muncul agar kegiatan ini terus lestari dan mendapat perhatian lebih, sehingga bisa menjadi salah satu daya tarik budaya di Kalimantan Barat khusunya di Kabupaten Landak.
Jurnalis: Robert






____________________________________________
