Kodi Blaghar,Tipikorinvestigasinews.d-
27 Januari 2026.Dua hari setelah KM Abdi Jaya terdampar di Pantai Waibaku,Desa Wemaringi, Kecamatan Kodi Blaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya NTT. Kembali masyarakat dikejutkan oleh kejadian menyedihkan. Empat warga Kecamatan Kodi Blaghar terseret oleh gelombang yang kuat. Kapal penangkap ikan milik sebuah perusahaan dari Jawa Timur ini menarik perhatian banyak orang di SBD yang berbondong-bondong datang untuk melihat lokasi kapal tersebut karam.
Berita mengenai peristiwa ini viral sehingga orang tua, anak muda, dan anak-anak silih berganti datang ke pantai Waibaku.Mereka tidak memperhatikan apakah mereka bisa berenang atau tidak, apakah cuaca mendukung atau tidak, atau pun adanya arus yang kencang.Yang terpenting bagi mereka adalah mengunjungi dan berenang.
Karena kejadian semacam ini sangat jarang terjadi di Kabupaten SBD. Menurut salah satu warga lokal yang bernama Rehi, pada Minggu dini hari pukul 4.00 WITA (25/01/2026), cuaca buruk dan ombak tinggi membuat kapal sulit untuk dikendalikan.Sehingga terdampar di pantai Waibaku,Desa Waimaringi, Kecamatan Kodi Blaghar, Kabupaten SBD-Nusa Tenggara Timur.
Sekretaris Kecamatan Kodi Blaghar, Lodowyk Alalo,S.IP., yang didampingi Kepala Desa Waimaringi, saat dijumpai sebelumnya di pantai Waibaku pada sore hari minggu (25/01/2026).Menjelaskan bahwa tidak ada korban jiwa di antara 31 awak kapal, tetapi kerugian finansial mencapai miliaran Rupiah.Lambung kapal mengalami kerusakan parah dan kapal terbelah menjadi dua bagian.
Untung yang tidak dapat diraih,sial yang tak bisa dihindari, empat orang pengunjung terbawa arus saat mereka mandi di lokasi itu.
Kepada jurnalis, melalui telepon pada hari Selasa (27/01/2026), Sekretaris Camat Kodi Blaghar menyampaikan berita duka. Mengenai kejadian mengerikan yang mengakibatkan beberapa orang kehilangan nyawa.Diakibat tenggelam diseret oleh ombak dan gelombang besar.
Dalam pesan Watsappnya, Lodowyk Alalo, S.IP.,menyebutkan,empat anak terbawa arus. ” Nama-nama korban adalah: (1) Ipran Mete, anak dari Yohanis Mete dan Debora Karere, tinggal di Kampung Paudawa,Desa Waimaringi, Kecamatan Kodi Blaghar.
(2).Alfret Mone, anak dari Welem Wonda Dara dan Dorkas Karate, alamat yang sama. (3) Aldiato Mete, anak dari almarhum Poka Mete, berasal dari Kampung Kalembu Rame,Desa Waipakolo, Kecamatan Kodi Balaghar. Aldiato Mete, putra dari seorang janda, hingga kini belum ditemukan. Masyarakat masih mencari di sepanjang pesisir pantai untuk menemukan anak dari Paulina Poko Mete (janda).Dan yang ke (4) Joko Eldon Hela, ia selamat dari arus dan kini mendapatkan perawatan di Puskesmas Panego Ede, anak dari Ruben Rehi Bero dan Rosalia Kalli Ghoba, yang beralamat di Kampung Kabuni, Desa Waimaringi, Kecamatan Kodi Balaghar.
Sampai berita ini ditayangkan, Sekcam melaporkan bahwa tim gabungan dari TNI, Polri, Tim SAR, Pemerintah Kecamatan, Desa, serta warga Desa Waimaringi masih aktif melakukan pencarian terhadap Aldiato Mete.Siang tadi (27/01/26), jenazah dua korban, yaitu Ipran Mete dan Alfret Mone, ditemukan tidak jauh dari satu sama lain di Pantai Marapu, sekitar satu kilometer dari lokasi kapal terdampar.
Sekcam Kodi Blaghar mengingatkan agar para pengunjung yang datang ke tempat tersebut tidak mandi atau berdiri di tepi pantai karena angin dan gelombang tinggi sangat berbahaya. Begitu pula imbauan dari Kepala Desa Waimaringi, Petrus Pati Dita,S.Pd.,meminta kepada pengunjung. Untuk senantiasa berhati-hati dan tidak mendekati bibir pantai atau mandi, untuk menghindari insiden serupa.
Reporter : (Gunter Guru Ladu Meha).







____________________________________________
