Warga Desa Saluahok Keluhkan Transparansi Pembangunan Desa dan Keterlambatan Penyaluran BLT

 

Mamasa Tipikorinvestigasinews.id 13 Desember 2025 — Menjelang akhir tahun anggaran, sejumlah warga Desa Saluahok menyuarakan keluhan terkait transparansi pemerintah desa dalam pelaksanaan pembangunan dan penyaluran bantuan sosial. Keluhan tersebut mencuat seiring belum rampungnya sejumlah pekerjaan fisik desa, salah satunya pembangunan lapangan, serta masih tertundanya penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk satu bulan terakhir kepada warga penerima manfaat.

Warga menilai bahwa kondisi ini perlu mendapat penjelasan terbuka dari pemerintah desa agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi dan keresahan di tengah masyarakat. Menurut mereka, pembangunan lapangan desa merupakan salah satu program prioritas yang seharusnya sudah diselesaikan sebelum akhir tahun. Namun hingga kini, progres pekerjaan di lapangan dinilai belum menunjukkan kejelasan kapan akan rampung.

“Sudah hampir akhir tahun, tapi pekerjaan lapangan belum juga selesai. Kami sebagai warga ingin tahu secara jelas apa kendalanya dan bagaimana kepastian penyelesaiannya,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Selain persoalan pembangunan fisik, warga juga mengeluhkan keterlambatan penyaluran BLT. Berdasarkan informasi yang diterima warga, masih terdapat satu bulan BLT yang belum dibayarkan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi keluarga penerima manfaat yang sangat bergantung pada bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari.

Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, pihak media melakukan konfirmasi langsung kepada Kepala Desa Saluahok guna memperoleh klarifikasi dan penjelasan resmi. Dalam keterangannya, Kepala Desa Saluahok membenarkan adanya keluhan warga terkait pembangunan lapangan dan penyaluran BLT.

Kepala desa menjelaskan bahwa belum selesainya pembangunan lapangan desa bukan disebabkan oleh kelalaian atau kesengajaan pemerintah desa, melainkan karena adanya kendala teknis yang cukup berat di lapangan. Salah satu kendala utama adalah kondisi akses jalan menuju lokasi pembangunan yang tidak memadai untuk dilalui kendaraan pengangkut material.

“Memang benar pekerjaan lapangan belum selesai. Kendalanya ada pada akses jalan yang tidak memungkinkan kendaraan pengangkut material masuk dengan lancar. Kondisi jalan yang rusak sehingga menyulitkan proses pengangkutan material, seperti batu dan pasir, sehingga pekerjaan menjadi terhambat,” jelas Kepala Desa.

Ia menambahkan, akibat sulitnya akses tersebut, pengiriman material kerap tertunda dan harus menunggu kondisi tertentu agar dapat dilakukan. Hal inilah yang menyebabkan progres pekerjaan tidak dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan sebelumnya.

Terkait isu bahwa pekerjaan lapangan terkesan kandas, Kepala Desa menegaskan bahwa pembangunan tersebut tidak dihentikan, melainkan hanya mengalami perlambatan. Pemerintah desa, kata dia, tetap berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan lapangan tersebut dan akan melanjutkan pekerjaan begitu kondisi memungkinkan.

Sementara itu, mengenai keterlambatan penyaluran BLT, Kepala Desa juga memberikan penjelasan. Ia mengakui bahwa masih ada satu bulan BLT yang belum dibayarkan kepada warga penerima manfaat. Keterlambatan ini disebabkan oleh dana BLT yang belum sepenuhnya masuk ke kas desa.

“Untuk BLT, memang masih ada satu bulan yang belum dibayarkan karena dananya belum masuk semua. Namun saya pastikan, pada bulan Desember ini BLT tersebut akan dibayarkan kepada warga yang berhak menerimanya,” tegas Kepala Desa Saluahok.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah desa tidak memiliki niat untuk menahan atau menunda hak masyarakat. Semua proses penyaluran BLT, menurutnya, tetap mengacu pada ketentuan dan mekanisme yang berlaku.

Lebih lanjut, Kepala Desa menyampaikan bahwa pihaknya akan berupaya meningkatkan transparansi dan komunikasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan pembangunan maupun penyaluran bantuan sosial. Ia berharap ke depan masyarakat dapat memperoleh informasi yang jelas dan utuh mengenai setiap program desa, termasuk kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya.

“Kami terbuka terhadap masukan dan kritik dari masyarakat. Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami agar ke depan pengelolaan pembangunan dan bantuan sosial di Desa Saluahok bisa berjalan lebih baik dan transparan,” ujarnya.

Di sisi lain, warga Desa Saluahok berharap agar pemerintah desa dapat lebih aktif menyampaikan informasi terkait progres pembangunan dan realisasi anggaran kepada masyarakat. Dengan adanya keterbukaan informasi, warga menilai kepercayaan publik terhadap pemerintah desa dapat terjaga, sekaligus mencegah munculnya kesalahpahaman dan isu negatif di tengah masyarakat.

Masyarakat juga berharap agar seluruh program desa, baik pembangunan fisik maupun penyaluran bantuan sosial, dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga Desa Saluahok.

 

Pewarta media Tipikor kaperwil sulbar ansar.

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
─────────────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *