Aceh Timur, tipikorinvestigasinews.id- Geuchik definitif Desa Lokop, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, Eje, S.T., memberikan bantahan keras terhadap pemberitaan yang diterbitkan oleh media MEDIALITERASI.ID.
Ia menilai berita berjudul “Pesan Suara Jurnalis di Sorot: Dugaan Distribusi Bantuan Banjir di Lokop Aceh Timur Belum Merata” yang tayang pada Minggu (21/12/2025) adalah informasi bohong atau hoaks.
Eje menyatakan kekecewaannya karena pihak redaksi media tersebut menayangkan berita tanpa melakukan upaya klarifikasi atau konfirmasi langsung kepada pihak Pemerintah Desa Lokop selaku penanggung jawab di lapangan.
“Kami sangat menyayangkan sikap media tersebut yang menayangkan berita sepihak tanpa adanya fakta yang valid. Menyebut bantuan tidak merata tanpa bertanya langsung kepada kami adalah bentuk penggiringan opini yang tidak berdasar,” tegas Eje kepada awak media, Selasa 23 Desember 2025.
Menurut Eje, pemberitaan tersebut hanya bersumber dari kutipan pesan suara (voice note) di grup WhatsApp ‘Mitra Polres Aceh Timur’ yang dikirimkan oleh Mukhsin, jurnalis media Hotnews.
Dalam pesan tersebut, Mukhsin mengklaim menyaksikan langsung kondisi di lapangan dan menilai distribusi bantuan kebutuhan dasar belum merata.
Eje membantah klaim tersebut dan menegaskan bahwa distribusi bantuan di Desa Lokop telah dilakukan secara transparan dan terdata sesuai dengan tingkat dampak yang dialami warga.
“Seharusnya jurnalis atau media melakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum mempublikasikan sesuatu yang menyangkut kepentingan publik.
Informasi yang tidak diklarifikasi ini menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat yang sedang berupaya bangkit pasca banjir,” tambahnya.
Geuchik Lokop mengimbau agar awak media tetap mengedepankan kode etik jurnalistik dengan melakukan check and re-check sebelum menayangkan berita agar tidak merugikan pihak lain melalui pemberitaan yang tidak akurat.
Sudirman: Wartawan Aceh Timur
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran







____________________________________________