TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID.
JAKARTA — Fenomena astronomi tahunan aphelion kembali terjadi di Indonesia. Pada Selasa pagi sekitar pukul 05.27 WIB, Bumi berada pada posisi terjauh dari Matahari dalam lintasan orbitnya. Kondisi ini kerap dikaitkan dengan menurunnya suhu udara, terutama pada pagi dan malam hari.
Secara ilmiah, aphelion merupakan peristiwa saat jarak Bumi dan Matahari mencapai titik terjauh, yakni sekitar 152 juta kilometer, dibandingkan jarak rata-rata sekitar 149,6 juta kilometer. Fenomena ini berlangsung setiap tahun, umumnya pada bulan Juli, dan akan bertahan hingga beberapa pekan ke depan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa aphelion tidak menyebabkan perubahan cuaca ekstrem secara langsung, namun dapat berkontribusi pada suhu udara yang terasa lebih dingin, khususnya di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, terutama saat musim kemarau.
Kondisi udara yang lebih sejuk dan kering ini berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan ringan, seperti pilek, batuk, flu, hingga gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan masyarakat dengan daya tahan tubuh rendah.
BMKG dan tenaga kesehatan mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebugaran tubuh selama periode ini dengan:
Mengonsumsi air putih yang cukup
Makan makanan bergizi seimbang
Menggunakan pakaian hangat saat pagi dan malam hari
Menjaga kebersihan lingkungan dan pola hidup sehat
Masyarakat juga diingatkan agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, serta selalu merujuk pada sumber resmi untuk mendapatkan penjelasan ilmiah yang akurat.
Fenomena aphelion merupakan siklus alam tahunan yang normal dan tidak berbahaya, namun kewaspadaan dan kepedulian terhadap kesehatan tetap menjadi hal utama demi menjaga kondisi tubuh tetap prima.
Editor,” ( Ahmad S.A Investigasi Nasional )
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran







____________________________________________