Aceh Singkil | tipikorinvestigasinews.id ~ Ratusan warga Desa Ujung Bawang, Kecamatan Singkil, melakukan aksi protes dengan mendatangi Kantor BPBD hingga Kantor Bupati Aceh Singkil pada Rabu (4/3/2026). Massa yang didominasi oleh kaum ibu (mak-mak) dan bapak-bapak ini menuntut transparansi terkait penyaluran bantuan stimulan perbaikan rumah pascabencana hidrometeorologi.

Kericuhan dipicu oleh hilangnya ratusan nama calon penerima secara misterius. Berdasarkan hasil survei tahap pertama yang dilakukan tim BPBD, terdapat 178 Kepala Keluarga (KK) yang terdata. Namun, saat daftar rekomendasi akhir dikeluarkan pemerintah, jumlah tersebut menyusut drastis menjadi hanya 61 KK. Sebanyak 117 KK lainnya dinyatakan hilang dari daftar tanpa alasan yang jelas.
“Awalnya nama kami masuk dalam survei, tapi tiba-tiba menghilang saat pengumuman. Kami merasa terpukul dan kecewa. Kami butuh penjelasan terbuka, jangan ada yang ditutup-tutupi,” tegas salah satu warga di tengah aksi tersebut.
Warga menilai perubahan data sepihak ini tidak hanya merugikan mereka yang rumahnya rusak parah, tetapi juga berpotensi memicu konflik sosial di tengah masyarakat. Mereka mendesak agar pemerintah daerah mengembalikan daftar penerima sesuai dengan hasil survei lapangan yang asli.
Mediasi dan Janji Verifikasi Ulang
Lantaran Bupati Aceh Singkil dan Kepala BPBD sedang tidak berada di tempat, massa akhirnya ditemui oleh Asisten II Setdakab Aceh Singkil, Faisal S. Pd, didampingi Kabag Protokol, Sabran ST, serta Kasatpol-PP Afrijal SE.
Dalam dialog tersebut, tiga perwakilan desa ditunjuk sebagai mediator, yakni:
1. Julkarlin (Kadus Kaumta)
2. Maswar (Kadus Teladan Makmur)
3. Kh. Sakda (Kasi Pemerintahan Desa Ujung Bawang)
Menanggapi tuntutan warga, Faisal berjanji akan melakukan penelusuran ulang terhadap data yang dipersoalkan. “Kami minta data tersebut dibawa untuk diverifikasi kembali. Nanti akan kita bentuk tim khusus untuk menelusuri dan memproses ulang agar sesuai fakta di lapangan,” ujar Faisal di hadapan massa.
Meski telah dimediasi, warga menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga ada kepastian hukum dan transparansi data. Mereka mengancam akan kembali dengan massa yang lebih besar jika 117 nama yang hilang tidak segera dipulihkan haknya.
Pihak pemerintah daerah kini diharapkan bergerak cepat melakukan verifikasi terbuka guna meredam keresahan warga yang rumahnya masih dalam kondisi rusak akibat bencana.{*}
Jurnalist Aceh Singkil: Khalikul Sakda.







____________________________________________