Ngabang,tipikorinvews.id–
Kamis 30 April 2026.
Provinsi Kalimantan Barat,Kabupaten Lamdak,Kecamatan Ngabang,Desa Pak Mayam.Memang menunjukkan kondisi yang memprihatinkan akibat aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
Dalam laporan masyarakat Maraknya Mesin Lanting (JEK/Dompeng):pada akhir April 2026 menunjukkan aktivitas penambangan tanpa izin tersebut,terang-terangan mesin dompeng kedengaran mengaung/lanting masih beroperasi aktif di aliran sungai, menandakan aktivitas ini terus menggeliat tanpa kendala berarti.
Kerusakan Lingkungan & Sosial: Warga setempat mengeluhkan dampak serius, termasuk pencemaran air sungai, kerusakan ekosistem darat, dan potensi konflik sosial jangka panjang akibat aktivitas PETI.
Dugaan Keterlibatan Oknum: Terdapat laporan mengenai dugaan keterlibatan oknum pembeli emas dan cukong utama tidak tersentuh oleh aparat yang jujur dan tegas di wilayah tersebut, yang membuat aktivitas ilegal tersebut terus berlanjut.
Desakan Tindakan Tegas: Warga mendesak aparat penegak hukum untuk tidak tinggal diam dan segera melakukan penertiban secara signifikan, mengingat kegiatan ini disinyalir sudah berjalan bertahun-tahun.
Dilema Ekonomi vs Lingkungan: Kondisi ini menegaskan dilema klasik, di mana meskipun merusak lingkungan, aktivitas ini masih menjadi tumpuan ekonomi bagi sebagian warga lokal, yang seringkali menghambat penegakan hukum secara penuh.
Situasi di Desa Pak Mayam menjadi contoh nyata dari tantangan berat yang dihadapi pemerintah daerah dalam menangani pertambangan ilegal di Kalimantan Barat”tegas”masyarakat setempat.
Catatan Redaksi
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih membuka ruang hak jawab, hak koreksi, dan klarifikasi kepada pihak-pihak yang disebutkan dalam laporan ini. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen terhadap prinsip keberimbangan dan Kode Etik Jurnalistik
Redaksi akan terus memantau perkembangan kasus ini serta melakukan penelusuran lebih lanjut berdasarkan aduan masyarakat yang tengah mencari keadilan dalam penegakan hukum dan hak asasi manusia.
Informasi lanjutan akan disampaikan pada edisi berikutnya setelah hasil investigasi tambahan diperoleh.
(Sumber: Masyarakat setempat yang terdampak,
Kepala Humas Kalbar: Rabudin Muhammad).







____________________________________________