Sumba Barat Daya, 24 Mei 2026 – http://tipikorinvestigasinews.id- Deru mesin traktor di hamparan lahan Desa Kadiwano, Kabupaten Sumba Barat Daya, menjadi penanda dimulainya aktivitas pengolahan lahan pertanian dalam program Optimasi Lahan (Oplan).
Di balik aktivitas tersebut, sejumlah operator Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) menyampaikan harapan agar sistem kerja dan pembayaran di lapangan dapat berjalan lebih transparan dan adil.
Berdasarkan hasil penelusuran tim investigasi Tipikorinvestigasinews.id pada Selasa, 8 April 2026, muncul perbedaan data terkait luas lahan yang telah dikerjakan operator di lapangan dengan hasil verifikasi yang dilakukan pihak terkait.
Perbedaan Data Luas Lahan
Program Oplan di wilayah tersebut disebut menargetkan pengolahan lahan seluas 229 hektare. Tiga operator lokal, termasuk Vincenzius Manu Padaka, mengaku telah bekerja mengolah lahan berdasarkan laporan harian yang dilengkapi dokumentasi foto dan titik koordinat.
Menurut keterangan para operator, total lahan yang telah mereka kerjakan mencapai sekitar 102 hektare. Namun, berdasarkan hasil evaluasi dan verifikasi yang disebut dilakukan menggunakan pencocokan data peta digital, luas lahan yang diakui pihak dinas disebut sebesar 80 hektare.
Selisih data sekitar 22 hektare inilah yang kemudian memunculkan pertanyaan dari para operator terkait mekanisme verifikasi dan perhitungan pembayaran jasa kerja di lapangan.
Sorotan terhadap Sistem Kerja Operator
Selain persoalan luas lahan, para operator juga menyoroti sistem perekrutan dan pola kerja yang mereka jalani selama program berlangsung.
Vincenzius Manu Padaka mengaku awalnya diminta membantu sebagai pengawas lapangan. Namun dalam pelaksanaannya, ia turut mengoperasikan traktor karena kondisi medan dan kebutuhan pekerjaan di lokasi.
Ia menyebut pekerjaan tersebut dilakukan tanpa Surat Perjanjian Kerja (SPK) tertulis maupun penjelasan rinci terkait perlindungan kerja dan keselamatan operasional.
“Kami bekerja di lapangan dengan risiko yang cukup besar. Harapan kami ke depan, siapa pun operator yang bekerja bisa mendapatkan kejelasan hak dan perlindungan kerja,” ujar Vincenzius saat ditemui tim investigasi.
Persoalan Pembayaran
Para operator juga mempertanyakan mekanisme pembayaran jasa operator Alsintan. Berdasarkan informasi yang diterima tim investigasi, terdapat tarif kerja sebesar Rp150 ribu per hektare. Namun, para operator mengaku pembayaran yang diterima belum sesuai dengan perhitungan yang mereka pahami.
Vincenzius menyebut dirinya menerima Rp1 juta yang dititipkan melalui rekan kerja. Sementara total dana yang disebut disalurkan kepada tiga operator mencapai Rp10 juta.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai dasar perhitungan pembayaran maupun mekanisme verifikasi luas lahan tersebut.
Harapan Perbaikan Sistem
Meski menyampaikan keluhan, Vincenzius berharap persoalan yang dialaminya dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengelolaan program Alsintan ke depan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Harapan saya, ke depan operator yang bekerja di lapangan bisa mendapatkan haknya dengan jelas dan utuh. Karena kami yang turun langsung memahami kondisi dan risiko pekerjaan di lokasi,” tuturnya.
Ia juga berharap sistem pengelolaan operator Alsintan dalam program pertanian pemerintah dapat diperbaiki agar kejadian serupa tidak kembali dialami operator lain di berbagai daerah.
Upaya Konfirmasi dan Hak Jawab
Demi menjaga keberimbangan informasi sesuai kode etik jurnalistik dan Undang-Undang Pers, tim investigasi Tipikorinvestigasinews.id masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait, termasuk Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat Daya serta pihak lain yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.
Media ini juga membuka ruang hak jawab dan hak koreksi bagi seluruh pihak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers apabila terdapat data atau informasi yang perlu diluruskan.
Gunter Guru Ladu Meha
Tim Investigasi Tipikorinvestigasinews.id
Melaporkan dari Sumba Barat Daya







____________________________________________
