Ricuh Di Kampus: Dosen Diduga Ditarik Paksa Satpol PP, Ratusan Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Ke Mapolresta Bukit Tinggi.

BUKIT TINGGI,Sumbar,http://tipikorinvestigasinews.id
Suasana lingkungan Universitas Fort De Kock, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, berubah memanas pada Rabu (22/7/2026) pagi. Sebuah insiden melibatkan puluhan personel Satpol PP meletus di kawasan kampus, yang kemudian memicu gelombang aksi solidaritas ratusan mahasiswa menuntut keadilan dan transparansi proses hukum.

Peristiwa pertama kali menyita perhatian publik setelah sejumlah rekaman video kericuhan di lingkungan kampus menyebar luas di media sosial. Dari cuplikan yang beredar, terlihat puluhan orang berkerumun dan mayoritas mengenakan seragam Satpol PP. Suasana sempat memanas dan diwarnai adu argumen. Dalam salah satu rekaman, terekam jelas seorang pria yang dalam narasi disebut sebagai dosen Universitas Fort De Kock mengalami kontak fisik, tangannya dicekal dan ditarik paksa oleh beberapa personel berseragam Satpol PP di hadapan banyak saksi yang merekam peristiwa tersebut menggunakan ponsel.

Kericuhan itu ternyata bukan peristiwa tunggal. Sehari sebelumnya, pada Selasa, telah terjadi bentrokan di lingkungan kampus yang mengakibatkan sejumlah mahasiswa maupun petugas keamanan kampus mengalami luka-luka. Belum diketahui secara pasti penyebab kericuhan maupun alasan kedatangan puluhan personel Satpol PP ke lingkungan kampus. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Bukittinggi, Satpol PP Kota Bukittinggi, maupun pihak pimpinan Universitas Fort De Kock terkait kronologi lengkap peristiwa tersebut.

Tak tinggal diam, ratusan mahasiswa Universitas Fort De Kock bergerak secara beriringan menuju Markas Polres (Mapolresta) Bukittinggi pada Rabu pagi yang sama untuk menggelar aksi solidaritas. Pawai damai berjalan tertib namun penuh ketegasan, menyita perhatian warga maupun pengguna jalan. Mahasiswa berbaris rapat sambil meneriakkan tuntutan keadilan dan membawa spanduk penolakan terhadap segala bentuk kekerasan.

Di depan gerbang Mapolresta, para mahasiswa menyampaikan tuntutan utama: agar dugaan tindakan kekerasan yang melibatkan oknum Satpol PP dalam peristiwa tersebut segera diproses secara transparan, terbuka, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami menuntut proses hukum yang transparan. Jangan biarkan kekerasan terjadi di tempat yang seharusnya menjadi tempat menuntut ilmu. Siapa pun pelakunya, jika bersalah harus diproses tanpa pandang bulu,” tegas juru bicara aksi di hadapan aparat kepolisian yang mengawal ketat jalannya unjuk rasa.

Pihak kepolisian menerima berkas tuntutan dan laporan dari perwakilan mahasiswa, serta memberikan jaminan bahwa peristiwa tersebut sedang dalam penanganan dan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Peristiwa ini pun memicu gelombang keprihatinan di tengah masyarakat. Banyak pihak berharap penyelidikan berjalan cepat dan terbuka guna mengungkap fakta utuh di balik insiden tersebut. Publik pun menuntut kejelasan: mengapa aparat penegak ketertiban justru hadir dan memicu kericuhan di lingkungan pendidikan, dan siapa yang harus bertanggung jawab atas segala kerugian yang terjadi.( Mahwel ).

PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *