Tipikorinvestigasinews.id, Amuntai – Nasib miris dialami 391 guru honorer swasta di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Selama empat bulan terakhir, mereka tak kunjung menerima insentif sebesar Rp500 ribu per bulan yang telah dijanjikan.
Informasi ini disampaikan langsung oleh perwakilan guru honorer swasta HSU, yang menyuarakan kekecewaan atas keterlambatan pencairan hak mereka. Padahal, insentif tersebut sangat dibutuhkan untuk menopang kebutuhan hidup sehari-hari para tenaga pengajar ini, terutama di tengah tekanan ekonomi yang kian berat.
“Saya sudah teruskan laporan ini ke DPRD HSU. Harapannya, pihak terkait bisa segera menindaklanjuti. Jangan biarkan para pejuang pendidikan ini terus terabaikan,” ujar perwakilan guru tersebut.
Ia menekankan, para guru honorer swasta memiliki peran penting dalam mendidik generasi penerus bangsa. Namun sayangnya, perhatian terhadap mereka masih minim, bahkan hak-haknya pun belum terpenuhi.
“Mereka bukan sekadar mengajar, tapi berkorban waktu, tenaga, dan pikiran demi masa depan anak-anak bangsa. Sudah selayaknya kita beri perhatian dan kepastian,” tambahnya tegas.
Berdasarkan keterangan dari anggota Komisi II DPRD HSU Junaidi menjelaskan bahwa masalah ini sudah langsung kami tindak lanjuti agar bisa segera direalisasi.
“Kami sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan juga Bagian Hukum agar bisa segera diselesaikan penandatangan SK oleh Bupati supaya Dinas Pendidikan bisa melakukan realisasi atas dasar SK tersebut”. ungkap Junaidi saay dihubungi via telepon.
Junaidi menegaskan bahwa SK akan selesai pada April 2025 ini juga dengan besaran insentif sebesar Rp. 500.000 yang terhitung sejak Januari hingga April 2025 kepada sebanyak 391 guru honorer.
DPRD HSU juga kedepannya berencana untuk mengusulkan kenaikan insentif guru honorer menjadi satu juta rupiah yang akan diusulkan tahun ini juga.







____________________________________________
