Tambelan, Bintan, tipikorinvestigasinews.id — Kasus penangkapan tiga terduga pengedar narkoba jenis sabu di atas KM Sabuk Nusantara 30 tujuan Pelabuhan Tambelan, Kabupaten Bintan, berubah menjadi polemik panas. Pasalnya, penangkapan yang semula dianggap sebagai keberhasilan pemberantasan narkoba justru menyisakan tanda tanya besar, lantaran diduga melibatkan perlindungan dari oknum aparat TNI.
Ketiga terduga pelaku yang disebut berasal dari Kalimantan Barat, diamankan bersama sejumlah barang bukti. Namun, belakangan mencuat dugaan bahwa seorang oknum anggota Koramil 0513 Tambelan berpangkat Pembantu Letnan Satu (Peltu) berinisial H diduga turut melindungi para pelaku.
Sumber terpercaya di lapangan mengungkapkan bahwa meskipun oknum tersebut terlihat aktif dalam penangkapan, sebuah video yang beredar memperlihatkan sikap sebaliknya—yakni adanya indikasi kuat perlindungan terhadap para tersangka.
Warga yang menyerahkan rekaman video kepada media mengungkapkan kekecewaannya. “Kami sudah serahkan videonya. Terlihat jelas pelaku melakukan penyalahgunaan narkoba, tapi tidak diproses hukum sebagaimana mestinya,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Warga Tambelan kini merasa bingung dan geram. Mereka mempertanyakan integritas aparat yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam memerangi narkoba. “Awalnya kami salut, tapi setelah lihat videonya, kok jadi seperti dilindungi. Ada apa ini?” ucap warga lainnya.
Ketika awak media mencoba meminta konfirmasi kepada Danramil 0513 Tambelan, Ruksin, tidak ada tanggapan yang diberikan. Lebih mengejutkan lagi, nomor wartawan yang menghubungi via WhatsApp justru diblokir.
Pihak Polsek Tambelan pun mengaku tidak mengetahui adanya penangkapan tersebut. “Sampai saat ini kami belum menerima laporan resmi,” ujar Kapolsek Tambelan singkat.
Kekosongan informasi dan dugaan menutupi, membuat masyarakat Tambelan mendesak adanya keterbukaan.
Mereka menuntut sinergi yang jujur antara TNI dan Polri dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah perbatasan.
Kasus ini kini menjadi sorotan tajam publik. Masyarakat berharap Kodim Kabupaten Bintan segera turun tangan menyelidiki dugaan keterlibatan oknum, dan bila terbukti, menindak tegas demi menjaga marwah institusi dan kepercayaan rakyat.
“Negara tidak boleh kalah oleh jaringan narkoba—apalagi jika ada oknum yang justru bermain di dalamnya,” tegas seorang tokoh masyarakat Tambelan.
Demi pemberitaan yang berimbang, akurasi dan kredibilitas, Kami akan terus memantau perkembangan dari informasi ini, Dan selalau memberikan kesempatan klarifikasi bagi pihak pihak terkait.
Pewarta; Henni







____________________________________________
