ACEH SINGKILtipikorinvestigasinews.id –Sebanyak 1.487 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) resmi dilantik oleh Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon SH, dalam sebuah upacara akbar yang digelar di Lapangan Kasim Tagok, Ketapang Indah, Kecamatan Singkil Utara, Minggu (17/8/2025).
Pelantikan bersejarah ini terasa semakin sakral karena bertepatan dengan momentum Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, sehingga menambah makna kebanggaan sekaligus pengabdian bagi para abdi negara yang baru diresmikan.
Suasana lapangan dipadati lautan biru seragam Korpri, menghadirkan pemandangan yang memukau dan sarat makna kebersamaan. Ribuan PPPK, PNS, hingga undangan tampak larut dalam momen penuh semangat kebangsaan.
Upacara pelantikan turut dihadiri lengkap jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Singkil, di antaranya Wakil Bupati, Ketua DPRK, Dandim 0109, Kapolres, Kajari, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua Mahkamah Syariah, seluruh pejabat SKPK, serta para Camat. Kehadiran peserta pengibar bendera, sanggar tari, hingga masyarakat yang memadati lokasi menambah kemeriahan suasana.
Secara simbolis, Bupati Safriadi Oyon mengambil sumpah dan melantik 16 orang perwakilan PPPK tahap I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pesan mendalam bagi seluruh aparatur yang baru dilantik.
> “Saya berharap seluruh PPPK dapat bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing, menjunjung tinggi disiplin, serta senantiasa menjaga nama baik pemerintah daerah,” tegas Bupati Oyon.
Lebih jauh, ia mengajak segenap aparatur, baik PNS maupun PPPK, untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan demi terwujudnya Aceh Singkil yang lebih maju di masa depan.
Rangkaian acara semakin istimewa dengan penyerahan piagam penghargaan kepada PPPK berprestasi, sesi foto bersama Forkopimda, hingga pertunjukan tarian daerah yang memukau. Sorak dan tepuk tangan meriah menutup puncak acara yang berlangsung penuh keakraban.
Kehadiran 1.487 PPPK baru ini menjadi capaian monumental, bukan hanya sebagai pelantikan formal, tetapi juga sebagai bukti perjuangan panjang mereka melewati seleksi ketat. Tambahan tenaga aparatur ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas birokrasi, mengisi kekosongan formasi di berbagai instansi, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat Aceh Singkil.
Momentum ini tak hanya menorehkan sejarah baru bagi pemerintah daerah, tetapi juga melahirkan harapan besar: bahwa pengabdian tulus dari para aparatur negara akan menjadi fondasi kokoh bagi pembangunan Aceh Singkil, ungkapan nya, {syah}







____________________________________________
