Sulteng” Kabupaten Poso, tipikorinvestigasinews.id, Kurang lebih dua tahun yang lalu masyarakat lembah napu kedatangan perusahaan PT.ABK yang mau berinvestasi dilahan X HGU napu (sekarang diambil alih Badan bank tanah) yang bergerak di bidang holtikultura, pada saat itu dilakukan pemotong kerbau salah satu penghormatan adat yang menjadi tradisi masyarakat Lembah napu kata warga petani sabtu (23/8/2025)
Di acara upacara adat itu, di hadiri pihak perusaan, PJ Sekda kabupaten poso mewakili Bupati poso, camat lore timur, para kepala desa, tenaga ahli bupati poso, para, tokoh Adat lembah napu dan tokoh masyarakat, setelah selesai upacara adat, secara otomatis perusahaan segera bisa beroperasi.
“Pihak perusahaan melakukan identifikasi lahan tetapi harus berhadapan dengan warga, yang dari awal sudah memiliki lahan itu, sehingga hampir terjadi komplik antara warga dan orang-orang perusahaan, yang diduga mengunakan preman perkumpulan mafia tanah (permata) dengan langkah mundur pihak perusahaan mencari lahan kosong, hingga terhindar dari komplik itu.
Faktanya perusahaan yang diberikan ijin bupati Poso, perusahaan abal-abal yang tidak memberikan manfaat bagi masyarakat napu baru beberapa kali tanam Holtikultura seperti bawang india, kentang, tidak mendapatkan hasil dan akhirnya meninggalkan lahan itu tanpa sebab.
Padahal bupati Poso dengan lantangnya mengatakan ada investasi masuk kabupaten poso dinapu, akan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, faktanya hanya cerita fiksi, didengungkan kepada Masyarakat dan pihak PT. ABK sudah dua tahun meninggal napu tanpa hasil dan tutup”kuncinya.
M.arsyad







____________________________________________
