TAKALAR—Tipikorinvestigasinews id–– Acara Tammu Taung yang ke 206 tahun Daeng Guru Beba, Tuan Beba, Karaeng Sayanga RI Beba Yang digelar oleh keluarga – keluarga yang ada dibeba sukses terlaksana dengan baik.Senin 17/02/2025.
Ketua panitia Asis Sijaya S. Pd MM mengungkapkan bahwa tujuan acara Tammu Taung ini dilatsanakan adalah yang pertama untuk mempererat hubungan silaturahmi keluarga besar dari.Daeng Guru beba, tuan ribeba syekh sulaiman bin ma’rumpa bin muhammad ramalan syekh tajir daeng Mattarang Syekh Yusuf Tuanta Salamaka bin Abubakar Karaengta Data bin Amar Madina Batara Gowa Raja Moyang ke 26 yang biasa disebut karaeng Sayanga ri Beba, yang kedua melestarikan adat dan budaya yang merupakan simbol jati diri bangsa.

Asis Sijaya S.Pd MM selaku ketua panitia juga menyampaikan rasa Terima kasih kepada para undangan bapak ibu paduka yang mulia karaeng andi puang serta petta saudara – – saudaraku serta lembaga ada dan komunitas dalam menyemarakkan dan mensukseskan acara ini dan memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam acara ini ada kekurangan, ” Tuturnya.
Diakhir sambutannnya ketua panitia berharap semoga tahun depan pemda Takalar bisa menganggarkan, baik itu dari pemerintahan desa maupun dari pemerintah Takalar itu sendiri, mengingat acara tammu Taung ini terlatsana berkat dana patungan dari keluarga besar daeng Guru Beba tuan beba karaeng Sayanga ribeba, ” Tutupnya
Sementara kadis pendidikan atau yang mewakili sekaligus perwakilan dari pemda takalar dalam sambutannya mengatakan bahwa acara acara tammu Taung yang dilatsanakan ini merupakan bukti sejarah bahwa kita di Galesong ini kaya dengan budaya mulai dari galesong sampai ke galesong utara, dan selama berdinas di Dinas Pendidikan kab. Takalar ada dua Tammu Taung yang pernah saya ikuti yaitu Tammu Taung di jamaran dan Tammu Taung RI Beba ini menandakan bahwa budaya kita ini terlestarikan dengan baik.
Menurutnya andaikan tammu taung ini tidak dilatsanakan dari tahun ke tahun, saya yakin dan percaya anak-anak kita sudah tidak mengenal lagi siapa-siapa beliau ini dalam hal ini Daeng Guru Beba, Tuan Beba, Karaeng Sayanga RI Beba.
Sementara Drs H Amiruddin Daeng Bombong selaku pemangku adat Daeng Guru beba, tuan ribeba dan karaeng Sayanga ribeba mengulas sejarah panjang nama atau. Pemberian nama Kampung Beba yang berasal dari kata makassar “BEBASA” Yang artinya bebas dari segala pungutan atau restribusi apapun, nama ini diberikan oleh Sombayya ri Gowa.
Para undangan nampak jelas mendengarkan dan menyimak pemaparan panjang sejarah atau awal mula Pemberian nama. Kampung Beba yang penuh arti dan makna yang terkandung di dalamnnya.
Nampak hadir dalam acara Tammu Taung ini yang ke 206 tahun yakni Wakapolres Takalar. Kompol Alauddin Torki S. Sos, Kapolsek Galesong Utara, Danramil dan Koramil Galesong Utara, Kadis Pariwisata Kab. Takalar, Kadis Kominfokom, Camat Galesong Utara, Binmas Desa Tamasaju Aiptu Herman dan Binmas Desa Sawakung Beba Bripka Rahman Jayadi SE. (Bakri Tiro/Syarif Lawa)






____________________________________________