AMP Madina Gelar Unjuk Rasa di Depan Gedung Stain dan Kejaksaan Negeri Mandailing Natal

MANDAILING NATAL – SUMATERA UTARA, tipikorinvestigasinews.id – Puluhan Mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Mandailing Natal (AMP-Madina) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor STAIN dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Madina.

Dalam aksi tersebut, Mahasiswa mendesak ketua STAIN Madina agar mundur dari jabatannya karena dinilai tidak mampu menjalankan tugas fungsi dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin.

Aksi yang digelar mengusung beberapa tuntutan, diantaranya adalah: Transparansi anggaran Ormawa Intra Kampus, Keadilan dalam program Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kode Etik yang tidak diindahkan oleh Dosen, Ijazah tidak terdaftar di PDDikti, Pelantikan Senat Mahasiswa, Dugaan Mark Up pada pembangunan gedung Student Senter dan gedung kuliah terpadu. Sebagai rincian yaitu:

• Transparansi Anggaran Ormawa Intra Kampus; mahasiswa menuntut dan meminta ketransparansian ketua STAIN Madina terkait anggaran Organisasi Intra Kampus yang diduga tidak terealisasi dengan sempurna, bahkan beberapa program mahasiswa tidak mendapatkan pendanaan sesuai dengan rencana.

• Meminta pemeriksaan kembali program KIP terhadap mahasiswa yang telah dinyatakan lulus sebagai penerima, karena diduga beberapa penerima tidak sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan oleh pemerintah sehingga dinilai perlu untuk dilakukan evaluasi ulang, beserta diduga kuat adanya staf yang melakukan Pungli.

• Mendesak Dewan Kehormatan agar menjalankan tugas fungsinya untuk memeriksa seluruh dosen dan Staf di STAIN Madina karena diduga ada kasus pencemaran harkat dan martabat dosen dilingkungan kampus yang belum ditindaklanjuti secara serius.

• Mendesak ketua STAIN Madina agar memberikan klarifikasi terkait ijazah mahasiswa yang telah lulus dari Kampus namun tidak terdaftar di PDDikti karena dinilai akan membawa nama buruk terhadap kampus yang akan mengurangi minat dan keinginan para calon mahasiswa baru.

• Mendesak ketua STAIN Madina agar segera melantik SENAT Mahasiswa yang telah terpilih pada bulan November 2024 lalu, karena organisasi tersebut merupakan perwakilan mahasiswa dan mitra kerja Dema, UKM dan UKK yang berfokus pada legislasi, anggaran dan pengawasan.

• Meminta Kejaksaan Negeri Mandailing Natal agar memeriksa adanya dugaan Mark Up pada pembangunan gedung student senter yang anggarannya bersumber dari SBSN Tahun 2024.

• Meminta Kejaksaan Negeri Mandailing Natal agar memeriksa adanya dugaan Mark Up pada pembangunan gedung kuliah terpadu yang juga bersumber dari SBSN Tahun 2024, hal itu juga diperkuat dari adanya statement yang dikeluarkan oleh ketua SENAT Mahasiswa STAIN Madina terpilih pada 28 Maret 2025 lalu.

• Mendesak Kementerian Agama Republik Indonesia agar mencopot atau menonaktifkan ketua STAIN Madina karena dinilai tidak mampu menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, terutama dalam hal pengelolaan kampus yang transparan dan profesional.

Ketua Umum AMP-Madina ‘Ahmad Rinaldi’ mengatakan bahwa aksi unjuk rasa di Kampus STAIN sudah beberapa kali dilakukan, bahkan Koordinator Aksi ‘Muhammad Alfarici’ dan ‘Dedi Alinsyah’ juga menyebutkan dalam orasinya bahwa Intervensi Dosen dan Staf di STAIN Madina sangat tinggi, mereka juga mengaku kecewa terhadap ketua STAIN Madina yang tidak hadir saat unjuk rasa digelar pada, jum’at (11/07/25) kemaren.

Di depan gedung kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Madina rombongan peserta aksi mahasiswa disambut baik oleh Kajari yang diwakili Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Mandailing Natal ‘Jupri Wandy Banjarnahor, S.H., M.H, bahkan kehadiran para mahasiswa dalam aksi tersebut mendapatkan respon positif dari pihak kejaksaan.

“Terimakasih saya ucapkan kepada adik-adik mahasiwa yang telah mengawal terus segala bentuk penyimpangan anggaran di Kabupaten Madina, secepatnya kami akan memeriksa dugaan Mark Up pembangunan seperti yang telah disampaikan kepada kami”, sebutnya.

Sementara itu, Ahmad Rinaldi sebelum membubarkan diri bersama mahasiswa lainnya mengatakan akan terus mengawal delapan tuntutan tersebut hingga sampai ke Pusat.

“Mahasiswa akan terus memperjuangkan transparansi dan keadilan di kampus STAIN Madina kami tidak akan berhenti sampai ada perubahan nyata dan siap mengawal 8 Tuntutan tersebut sampai ke Pusat”, pungkasnya.(MJ)

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
─────────────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *