Banjir Meluas di Larompong dan Larompong Selatan, Warga Keluhkan Buruknya Drainase

Luwu-tipikorinvestigasinews.id- Banjir meluas di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Larompong dan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu, Jumat dini hari (8/5/2026), setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut selama beberapa jam.

Wilayah yang terdampak cukup parah meliputi Desa Keppe, Desa Sampano, Desa Tembo’e, dan Desa Salusana. Luapan air diduga diperparah oleh buruknya sistem saluran pembuangan air serta kondisi air pasang laut yang menghambat aliran drainase.

Salah seorang warga Salusana, Hasni, yang sempat melintas di lokasi banjir, mengungkapkan bahwa genangan mulai terjadi sejak pagi hari.

“Banjir sekitar jam 07.00 pagi. Di Dusun Labellang, Desa Tembo’e, air sudah mulai surut, tetapi di jalan poros Palopo-Makassar wilayah Desa Sampano masih tinggi karena air hujan bertemu pasang laut. Beberapa rumah masih tergenang,” ujar Hasni.

Menurutnya, di Dusun Labellang saja tercatat hampir 10 rumah warga terdampak genangan air.

Sementara itu, warga Desa Sampano bernama Saparudding terpaksa mengungsi ke rumah orang tuanya di Salusana setelah rumahnya terendam banjir hingga setinggi sekitar 70 sentimeter.

“Air naik cepat sekali. Awalnya hanya di halaman rumah, tidak lama kemudian sudah masuk sampai ke dalam rumah,” ungkap Saparudding.

Selain merendam puluhan rumah, banjir juga menyebabkan sejumlah kios dan warung warga tutup sementara karena air masuk ke dalam bangunan usaha mereka.

Aktivitas ekonomi masyarakat pun terganggu, terutama di sepanjang jalan poros Trans Sulawesi yang menghubungkan Palopo-Makassar. Genangan air di sejumlah titik menyebabkan kendaraan harus bergerak perlahan dan memicu antrean panjang.

Warga menilai persoalan utama yang menyebabkan banjir berulang adalah buruknya sistem drainase serta minimnya saluran pembuangan air yang memadai.

Tabel Keluhan Masyarakat Terkait Penyebab Banjir

No Wilayah Terdampak Keluhan Warga Dampak

1 Desa Sampano Drainase sempit dan tersumbat Rumah terendam hingga 70 cm

2 Desa Keppe Saluran air tidak mampu menampung debit hujan Permukiman dan kios terdampak

3 Desa Tembo’e (Dusun Labellang) Pembuangan air lambat Hampir 10 rumah terendam

4 Desa Salusana Air pasang laut memperparah genangan Jalan poros terganggu

5 Jalan Trans Sulawesi Drainase jalan tidak optimal Kemacetan dan akses terganggu.

Warga berharap pemerintah desa maupun pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase di wilayah rawan banjir tersebut.

Masyarakat mendesak adanya normalisasi saluran air, pengerukan drainase, serta pembangunan sistem pembuangan yang lebih baik agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa setempat terkait langkah penanganan maupun solusi atas keluhan warga. Kondisi ini memicu keresahan masyarakat yang berharap adanya perhatian serius terhadap persoalan infrastruktur lingkungan yang dinilai menjadi penyebab utama banjir berulang.

 

Rusding Investigasi Nasional

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
─────────────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *