Jakarta: Tipikorinvestigasinews.id-Ketua Umum Solidaritas Pemersatu Bangsa Indonesia (SPBI) Dr. Iswadi, M.Pd menanggapi serius fenomena puluhan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) yang mundur dari perkuliahan karena tidak mampu membayar biaya kuliah. Menurutnya, hal ini mencerminkan adanya ketimpangan dalam sistem pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya terkait dengan kebijakan Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Dr. Iswadi menilai bahwa meskipun UKT dirancang untuk menyesuaikan biaya kuliah dengan kemampuan ekonomi keluarga mahasiswa, pada kenyataannya banyak keluarga, terutama dari kalangan menengah ke bawah, yang masih merasa terbebani. Ia mengungkapkan bahwa UKT seharusnya tidak hanya menjadi beban mahasiswa, tetapi juga harus mencerminkan keadilan sosial. Dalam konteks ini, ia mendukung gagasan Presiden Prabowo Subianto yang mengusulkan pendidikan tinggi gratis sebagai solusi untuk memastikan akses pendidikan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat
Dr. Iswadi menekankan bahwa pendidikan adalah hak dasar setiap warga negara dan seharusnya dijamin oleh negara. Dengan mengimplementasikan pendidikan tinggi gratis, diharapkan tidak ada lagi hambatan finansial bagi generasi muda Indonesia untuk mengejar cita-cita dan berkontribusi pada pembangunan bangsa. Ia juga menyarankan agar ada kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor swasta untuk menyediakan berbagai bentuk beasiswa atau bantuan pendidikan lainnya
Menanggapi kasus mahasiswa UIN yang mundur karena tidak mampu membayar kuliah, Dr. Iswadi mengungkapkan keprihatinannya. Ia menyarankan agar pihak kampus lebih responsif terhadap kondisi mahasiswa dan menyediakan mekanisme yang memadai untuk membantu mereka yang mengalami kesulitan finansial. Selain itu, ia juga mengajak pemerintah untuk mengevaluasi kembali kebijakan UKT dan memastikan bahwa sistem tersebut benar-benar meringankan beban mahasiswa, bukan sebaliknya.
Dr. Iswadi, M.Pd. menegaskan bahwa pendidikan tinggi harus dapat diakses oleh semua kalangan tanpa terkendala masalah biaya. Ia berharap agar pemerintah dan lembaga pendidikan dapat bekerja sama untuk mewujudkan sistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan, sehingga tidak ada lagi mahasiswa yang harus mundur dari perkuliahan karena alasan finansial.
(Ads)







____________________________________________
