Bencana Sejak 2025 Tak Ditangani, Warga Mekarasih Menuding Pemkab Sukabumi Abai Keselamatan Rakyat

Sukabumi, Tipikorinvestigasinews.id  – Longsor susulan kembali terjadi di Kampung Cipicung, Kedusunan 3, RT RW 012 03, Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Lokasi ini merupakan jalur vital penghubung aktivitas warga antara Kecamatan Simpenan dan Kecamatan Warungkiara.

Hingga kini, jalur tersebut terus berada dalam kondisi rawan dan mengancam keselamatan jiwa serta melumpuhkan akses ekonomi masyarakat.

Sejak longsor pertama terjadi pada tahun 2025 hingga memasuki tahun 2026, tidak terlihat langkah nyata dari pemerintah desa, kecamatan, maupun kabupaten dalam menangani bencana tersebut.

Tidak ada penanganan darurat yang terencana, tidak ada evakuasi menyeluruh, dan tidak ada solusi permanen untuk mencegah longsor berulang. Pemerintah seolah membiarkan ancaman ini berlangsung dari waktu ke waktu.

Dalam kondisi darurat tersebut, pemerintah justru tidak hadir. Yang bergerak bukan aparatur pemerintah, melainkan warga masyarakat yang terpaksa mengandalkan tenaga dan biaya sendiri demi mempertahankan akses hidup mereka.

Warga secara swadaya membersihkan material longsor agar jalur tetap bisa dilewati meski dengan risiko keselamatan yang tinggi.

Upaya evakuasi material longsor dilakukan secara gotong royong oleh warga dengan bantuan PT ADIKARYA melalui Mardi selaku pimpinan lapangan yang konsisten turun langsung ke lokasi.

Tokoh pemuda Desa Mekarasih, Hendri yang dikenal sebagai Erik Mekarasih, berada di garis depan memimpin warga dalam proses evakuasi darurat tersebut.

Kondisi ini menjadi cermin buram tata kelola kebencanaan di Kabupaten Sukabumi. Ketika bencana terjadi berulang kali, pemerintah justru menunjukkan sikap pasif.

Seluruh risiko keselamatan, potensi korban jiwa, dan kerugian ekonomi sepenuhnya ditanggung oleh rakyat tanpa perlindungan yang memadai dari negara.

Situasi ini memunculkan pertanyaan serius di tengah masyarakat mengenai keberadaan BPBD dan dinas terkait, kejelasan penggunaan anggaran penanggulangan bencana, serta komitmen pemerintah dalam menjadikan keselamatan warga sebagai prioritas utama.

Bencana longsor bukanlah kejadian baru di wilayah ini. Namun pembiaran yang terus berulang mencerminkan kelalaian kebijakan yang nyata.

Selama tidak ada tindakan konkret dan solusi permanen, setiap hujan akan selalu menjadi ancaman dan setiap keterlambatan penanganan berpotensi memakan korban.

Warga Desa Mekarasih menuntut tanggung jawab penuh pemerintah daerah atas pembiaran bencana sejak 2025, menuntut penanganan permanen yang terencana bukan sekadar tambal sulam, menuntut transparansi anggaran penanggulangan bencana, serta menuntut kehadiran negara secara nyata di lapangan bukan hanya melalui pernyataan di atas kertas.

Atas nama warga masyarakat, Hendri atau Erik Mekarasih menyampaikan terima kasih kepada Mardi dan PT ADIKARYA yang telah menunjukkan kepedulian nyata ketika pemerintah tidak hadir.

Ia menegaskan bahwa negara seharusnya hadir sebelum bencana menelan korban, bukan setelah rakyat kehabisan tenaga.

Reporter Hendrik alias erik

TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID
⚖️ Tegakkan Keadilan, Perjuangkan Kebenaran
PERINGATAN: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial dan dikomersilkan tanpa seizin redaksi.

Pos terkait

banner 468x60 ____________________________________________banner 728x250
T I P I K O R
INVESTIGASI NEWS.ID
BREAKING NEWS
BERITA TERUPDATE • INFORMASI LINTAS DAERAH • MEDIA. NASIONAL TIPIKOR INVESTIGASI NEWS.ID • Menyajikan BERITA TERKINI • UNGKAP FAKTA • SOROT • KASUS • Investigasi Tajam, Informasi Terpercaya • Tegas, Jujur, dan Berintegritas • Sorot Fakta Tanpa Kompromi • Mengungkap Fakta Demi Kebenaran • Fakta Bicara, Kami Menyuarakan • Suara Fakta untuk Keadilan
─────────────────────────────────────────

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *