Sumba Barat Daya ( Tambolaka ) – tipikorinvestigasinews.id. Pada Sabtu, 14 Desember 2024, tepat Pukul 10.00 waktu setempat, Jaringan Nasional Caritas Indonesia melalui PSE Keuskupan Weetebula melaksanakan sosialisasi kesehatan yang bertempat di Komunitas Susteran ADM – Ande Ate, Desa Bukambero, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya.
Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Para Imam, Frater, Para Suster Amal Kasih Darah Mulia ( ADM ), Para Mahasiswa UNIKA, dan Para Utusan Guru Agama dan Pembina Umat dari Stasi – Stasi Gereja Katolik Se – Paroki St. Paulus – Ande Ate.


Para peserta akan mendapatkan bahan tertulis yang selanjutnya akan diminta untuk mensosialisasikan akan pentingnya kesehatan kepada Umat Katolik di Paroki St. Paulus – Ande Ate.
Bahan tertulis dibagikan dalam bentuk file dan dalam bentuk buku dengan tema “Promosi Kesehatan Pencegahan Stunting Sebagai Perwujudan Cinta Kasih”. Membangun generasi sehat dan berkualitas dalam terang iman Katolik.
Terdapat lima Sub Tema yang harus disosialisasikan yaitu:
1. Pentingnya membangun dasar yang kuat.
2. Mencintai dan melindungi kehidupan sejak dini.
3. Memberi makan yang baik untuk tumbuh kembang anak.
4. Menjalankan pola asuh yang baik dan penuh.
5. Perilaku hidup bersih dan sehat sebagai tindakan iman.
Dalam sambutan pengantar dari Rm. Titus Djago, Pr menjelaskan bahwa kegiatan hari ini adalah kelanjutan dari usaha-usaha kesehatan khususnya Caritas Indonesia yang bekerja sama dengan PSE Keuskupan Weetebula, tentang pencegahan stunting.
Pembekalan dan sosialisasi adalah langkah wujud dukungan kita kepada PSE Caritas Weetebula dalam rangka pembekalan bukan hanya berguna dalam jangka pendek tetapi juga dalam jangka panjang, demi mengusahakan kesehatan masyarakat agar memiliki cara hidup yang baik dalam pendampingan anak-anak untuk pencegahan stunting.
PSE Caritas Weetabula tidak akan berhasil apabila tidak ada sosialisasi yang mantap kepada masyarakat Bukambero. Kegiatan hari ini menjadi bekal untuk usaha pendampingan pastoral dan merupakan ole-ole terbaik bagi umat yang kita layani dalam Tuhan. Tegas, Pastor Paroki St. Paulus – Ande Ate, Rm.Titus Djago, Pr.
Direktur Caritas PSE Keuskupan Weetebula, Pater Agustinus Waluyo, C.Ss.R mengatakan bahwa telah melaksanakan kegiatan program kesehatan dan nutrisi di Kabupaten Sumba Barat Daya, Kecamatan Kodi Utara, khususnya di wilayah Paroki St. Paulus-Ande Ate. Wilayah Paroki Mangga Nipi. Dan Wilayah Paroki Homba Karipit.
Kami sudah melaksanakan sejak tahun lalu dan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya bersama Pemerintah Desa. Pemberian nutrisi bukan hanya dilakukan untuk anak-anak yang stunting tetapi juga bagi anak-anak yang tidak stunting umur enam bulan ke atas. Harapannya adalah anak – anak makin bertambah besar makin bijaksana. Bukan semakin kecil semakin stunting.
Selain itu juga ada program pendampingan yang dilakukan kepada kelompok-kelompok penerima manfaat yang bersedia untuk menerima bibit sayur termasuk program air bersih, dan program jambanisasi. Semua program ini kami masih melakukan koordinasi dengan setiap Kepala Desa agar tidak terjadi pendobelan bantuan. Ungkap, Pater Agus.
Usai snack pagi, Rm. Oman, Pr menjelaskan tentang materi pendasaran Kitab Suci. Ia mengatakan bahwa Kitab Suci tidak berguna untuk dirinya sendiri. Tetapi dia akan menjadi kabar suka cita yang menerangi situasi.
Untuk kita orang Katolik, awal mula kehidupan yaitu mulai dari pertemuan sel telur dan sel sperma terjadilah kehidupan baru. Dan tidak boleh terjadi aborsi. Sebab tindakan aborsi termasuk pelanggaran berat karena menghancurkan kehidupan.
Situasi di Kecamatan Kodi Utara, adalah stunting yakni gagal otak. Anak – anak mata pucat. Kematian ibu dan bayi. Serta pelecehan seksual terhadap anak.
Bandingkan dalam Injil Markus 9:36-37 “Yesus memberkati anak – anak”. Semua yang kita buat untuk anak -anak sebetulnya adalah itu yang kita buat kepada Tuhan. Memandikan anak, memberikan obat cacing itulah yang menjadi dasar untuk tindakan kita.
Berkaca dalam Injil Matius 14: 13 – 21 “Yesus memberi makan kepada 5000 orang laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak”. Ada satu situasi, yaitu Yesus tergerak hatinya. Sesuatu yang bermula dari hati pasti berhasil. Kamu harus memberi makan. Endingnya mereka makan sampai kenyang dan tersisa 12 bakul roti.
Pesan terhadap kita yaitu bahwa dalam situasi apapun, andalkan Tuhan Yesus. Dia mau mengajak kita untuk ambil bagian didalam tanggung jawab yaitu promosi kesehatan kepada manusia untuk kesehatan jasmani dan rohani. Pungkas, Rm. Oman, Pr.
Sementara itu dari Sr.Yudith, ADM menerangkan bahwa
PromKes (Promosi Kesehatan) yang kita bagikan dan wujudkan di tengah keluarga, basis, lingkungan sebagai bagian dari perwujudan Cinta Kasih. Generasi muda yang kuat dan berkualitas harus tumbuh di tengah keluarga, basis, lingkungan yang sehat.
Mari kita menjadi tim suksesnya Tuhan Yesus di zaman ini untuk mencegah dan mengatasi stunting di Kecamatan Kodi Utara. Ujar, Sr. Yudith, ADM.
Peliput: John Mone
Tim-Investigasi






____________________________________________