Sulteng,Tuoikorinvestigasinews.id–
Desa Nambo yang berada di wilayah Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah dikenal sebagai daerah penghasil rempah-rempah, khususnya buah pala, sejak masa sebelum kemerdekaan Republik Indonesia. Selain potensi alamnya,Desa ini juga dikenal sebagai wilayah yang memiliki tingkat kebersamaan dan gotong royong masyarakat yang tinggi.
Seorang warga yang ditemui pada Minggu, 15 Februari 2026, menuturkan bahwa sejak dahulu masyarakat hidup rukun dan selalu mengedepankan musyawarah mufakat dalam setiap kegiatan sosial. Nilai persaudaraan yang kuat disebut menjadi ciri khas kehidupan warga Desa Nambo selama bertahun-tahun.
Namun kondisi tersebut mulai berubah setelah adanya perusahaan yang masuk dan berinvestasi di Desa. Warga menilai keputusan operasional perusahaan dilakukan tanpa musyawarah dengan masyarakat. Mereka juga menyoroti sikap kepala Desa yang dinilai menjadi lebih tertutup sejak perusahaan tersebut beroperasi.
Menurut keterangan warga, polemik semakin memanas setelah muncul dugaan bahwa dana sewa jetty bernilai miliaran rupiah masuk ke rekening pribadi oknum kepala desa. Informasi tersebut disebut terungkap setelah masyarakat melakukan penelusuran dan menemukan sejumlah fakta yang kemudian memicu keresahan di tengah warga.
Warga menegaskan bahwa tanpa kehadiran perusahaan pun masyarakat Desa Nambo tetap mampu hidup layak karena memiliki sumber penghasilan dari hasil alam, khususnya rempah-rempah seperti buah pala. Bahkan, sebagian masyarakat menilai aktivitas perusahaan justru diduga menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem lingkungan Desa.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah Desa maupun perusahaan terkait dugaan tersebut.(M. Arsyad).







____________________________________________
